Biro Kesra Bahas Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan, Hasilkan Delapan Rekomendasi

oleh -
Pelaksanaan rapat koordinasi yang digelar Biro Kesra Setdaprov Sulut. (istimewa)

MANADO – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (penurunan stunting) di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (27/5/2021).

Rapat tersebut dibuka Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw yang diwakili Plt Kepala Biro Kesra, Pieter Toad. Pun para peserta yang hadir dalam rakor yakni sejumlah Ketua TP PKK dari kabupaten/kota, unsur Bagian Kesra dan Dinas Kesehatan di pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kota.

Kepala Biro Kesra Peiter Toad dalam sambutannya mengatakan, maksud pelaksanaan rakor yaitu untuk menjadikan masyarakat Sulawesi Utara yang sehat, unggul dan berdaya saing.

Penandatanganan hasil rekomendasi oleh Ketua TP PKK dari kabupaten/kota se Sulut. (istimewa)

“Tujuannya untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, khususnya stunting yang ada di masyarakat, sekaligus pencegahan dan penanggulangannya. Tujuan lainnya juga untuk meningkatkan derajat kesehatan,” ungkap Toad.

Ia menjelaskan, rapat koordinasi dilaksanakan dalam bentuk pemaparan dari para narasumber dengan topik pembahasan sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Para narasumber yang membawakan materi yakni Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut,” terangnya.

Toad menerangkan, usai pelaksanaan rakor ditandai dengan penandatanganan hasil rekomendasi oleh para Ketua TP PKK di kabupaten/kota beserta perwakilannya, Bagian Kesra dan Dinas Kesehatan di kota/kota.

“Ada delapa point yang menjadi hasil rekomendasi terkait upaya bersama untuk bersinergi dan berkoordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan, khususnya menurunkan kasus stunting di daerah ini,” tandasnya. (rivco tololiu)

Berikut Delapan Rekomendasi Hasil Rakor yang Digelar Biro Kesra:

1. Kabupaten/kota untuk aktif dalam program prioritas nasional pencegahan stunting di Provinsi Sulut.

2. Untuk lokasi fokus (lokus) tahun 2022 berada di 15 kabupaten/kota.

3. Koordinasi antara PKK dan instansi terkait di kabupaten/kota terkait penanganan stunting harus berjalan dengan baik, dan difasilitasi oleh Bagian Kesra.

4. Memprioritaskan alokasi sumber daya yang dikelola oleh kabupaten/kota bagi peningkatan cakupan layanan interfensi gizi spesifik (dinas kesehatan) dan sensitive (instansi terkait).

5. Menentukan kegiatan pemberdayaan pemerintah kecamatan dan desa dalam meningkatkan integrai layanan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

6. Rekomendasi kebutuhan penguatan organisasi baik koordinasi antar OPD dalam sinkronisasi program/kegiatan maupun koordinasi antar kabupaten/kota dan desa/kelurahan dengan dukungan kecamatan.

7. Perlu adanya peraturan bupati/wali kota tentan peran desa/kelurahan, mengingat saat ini untuk lokasi fokus (Lokus) sudah di 15 kabupaten/kota.

8. Kabupaten/kota menindaklanjuti hasil pelaksanaan yang sama di tingkat kabupaten/kota masing-masing untuk membahas di mana lokus stunting, berapa alokasi pendanaa, berapa target pengukuran dan prevelensi stunting tahun 2022.

(sumber Biro Kesra)

No More Posts Available.

No more pages to load.