World Ocean Day Libatkan Praktisi, Pengusaha hingga Komunitas Selam Sisir Sampah di Malalayang

oleh -
Aksi bersih sampah di Pantai Malalayang warnai peringatan OWD di kota Manado. (FOTO:Marfel Pandaleke)

MANADO- World Ocean Day (WOD) diperingati puluhan penggiat  lingkungan, pengusaha hingga komunitas selam Kota Manado dengan menggelar aksi bersih pantai sekaligus kampanye selamatkan laut dari sampah, di kawasan pesisir pantai Malalayang, Selasa (8/6/2021).

Aksiyang dimulai dengan berjalan menyisir sampah di pinggiran pantai. Selanjutnya dengan melakukan penyelaman masal sambil memungut sampah di dalam laut dan diangkut ke daratan.

Alhasil dari aksi ini, ratusan kilo sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenis sampah. “Sebagaimana tema OWD yakni The eco lifestyle for the ocean sustainability. Ini sebagai bentuk kampanye untuk menyelamatkan laut dari sampah,” ujar Koordinator Kegiatan Kunio Legi.

Salah satu pengusaha di Kota Manado, Amelia Tungka juga ikut terlibat dalam kegiatan ini. Direksi Megamas Manado ini  mengungkapkan bahwa saat ini butuh kesadaran bersama dari semua kalangan untuk mewujudkan kota Manado bersih dari sampah khususnya sampah dilaut. “Memulai dari langkah kecil untuk sebuah perubahan besar. Kita harapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran secara masif di masyarakat,” ujarnya.

Juga lewat kegiatan ini, sejumlah gagasan untuk mendorong  pemerintah agar lebih konsen terhadap penanganan pencemaran laut akibat sampah. Diantaranya menyangkut Penerapan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah yang dinilai belum konsisten.

Akademis sekaligus Praktisi Lingkungan Laut Josian Nicolas Schaduw mengatakan, persoalan sampah menjadi isu krusial. Termasuk kata dia soal pembangunan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan dan mengakomodir kepentingan masyarakat para pelaku pariwisata.

Termasuk didalamnya ketersediaan akses dan fasilitas penyelaman. Salah satunya dikawasan Malalayang yang menjadi salah satu spot unggulan para penggiat hiburan dan olahraga selam di Manado.

“Penanganannya butuh keterlibatan semua komponen dimulai dari paradigma masyarakat hingga kebijakan Estetika hingga ekosistem adalah hal yang harus kita jaga bersama” sebutnya. (Marfel Pandaleke)