Tega! Gadis 15 Tahun Penyandang Disabilitas Diduga Disetubuhi Delapan Pria Bejat di Manado

oleh -
Konferensi pers pihak kepolisian. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO- Tindak asusila dengan korban anak di nawah umur kembali terjadi di Kota Manado. Teranyar, gadis penyandang disabilitas sebut saja Bunga, 15, diduga disetubuhi secara bergantian oleh sekira delapan orang setelah sebelumnya dicekoki minuman beralkohol (minol).

Dalam rilis di Polda Sulut Rabu (16/06/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Yules Abraham Abast, menjelaskan, Tim Resmob Polda Sulut berhasil mengungkap kasus perbuatan asusila dan persetubuhan terhadap anak penyandang disabilitas yang masih di bawah umur.

Dijelaskan Kabid Humas modus operandi, para pelaku dengan mengajak korban yang masih di bawah umur ini, ke beberapa tempat dan secara bergantian melakukan perbuatan cabul.

“Adapun identitas para pelaku, CH, alias Can, 34, warga di Kecematan Perkamil, SE alias Ipe, 35, warga Kecamatan Malalayang, ARW alias Oga, 33, warga Kecamatan Mandolang, RNP alias Ale, warga Kecamatan Pineleng, DW alias Wols, 39, warga Kecamatan Wanea, ARR alias im, 36, warga Kecamatan Pineleng, ATB alias Yodo, 25, warga Kecamatan Malalayang dan EP alias Epa, 33, warga Kecamatan Malalayang,” beber Abast.

Dalam rilis resmi Polda Sulut tersebut terungkap bahwa korban Bunga selama beberapa hari dijadikan budak nafsu para oknum bejat yang diketahui sebagian besar berprofesi sebagai supir angkot di ibukota.

“Tempat kejadian lokasi perkebunan Desa Kalasey, Kecamatan Mandolang, kemudian lokasi bekas bengkel Kelurahan Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang dan rumah di Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang pada tanggal 19-20 Mei 2021,” kata Kabid Humas, didampingi Dirkrimum, AKBP Gani F Siahaan, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Benny Ansiga.

Kronologi kejadian, pada tanggal 19 Mei 2021, sekira pukul 12.00 WITA, korban sedang berada di jalan dekat SD Negeri di Kecamatan Malalayang, kemudian datang pelaku CH, menggunakan mobil angkot mikrolet, kemudian mengajak korban untuk jelan-jelan.

“Kemudian korban dibawa pelaku CH di sebuah rumah di Desa Kalasey. Disana korban disetubuhi oleh pelaku CH,” ungkap Kabid Humas.

Usai melakukan persetubuhan, korban kemudian diturunkan pelaku CH di terminal Malalayang, sekira pukul 14.00 WITA.

“Di saat bersamaan datang pelaku SE, dia kemudian mengajak Bunga ke lokasi bengkel bekas yang ada di komplek Malalayang. di tempat tersebut juga ada beberapa teman pelaku SE yang sedang bermain judi, sambil mengkonsumsi minuman beralkohol, dan di tempat tersebut korban disuguhi minuman beralkohol, kemudian disetubuhi dan dicabuli secara bergantian sampai keesokan paginya,” lanjut Kabid Humas.

Selanjutnya, Kamis 20 Mei 2021, Bunga kemudian diajak pelaku EP ke rumah tantenya di Kelurahan Malalayang.

“Setibanya di tempat tersebut korban kemudian disuruh mandi, ganti pakaian dan diberikan makanan. Kemudian korban disetubuhi EP,” jelas kabid Humas.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Antara lain beberapa pakaian yang dipakai korban, botol bekas air mineral ukuran 1 liter yang digunakan untuk tempat miras, papan dan tripleks di bekas bengkel yang sudah dibongkar pemiliknya.

Serta screenshoot postingan salah seorang tersangka di Facebook terkait keberadaan para tersangka bersama korban di TKP kedua atau di bekas bengkel tersebut.

“Para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sulut. Sedangkan kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) AKBP Gani F Siahaan,
pasal yang disangkakan Pasal 81 ayat 81 ayat (1) ayat (2) jo pasal 76 D dan Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e, UU RI nomot 17 tentang penetapan PP pengganti UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi UU. Subsider pasal 81 ayat (2), ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tetang perlindengan anak.

“Saat ini semua terduga pelaku telah diamankan. Ancaman hukuman paling rendah 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda paling bamyak 5 miliar,” pungkas Siahaan. (Deidy Wuisan)