Selang Sebulan, Kasus Aktif Covid-19 di Sulut Meningkat hingga 677%

oleh -
Ilustrasi lonjakan kasus. (Foto: istimewa)

MANADO – Laju penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Data yang didapatkan SINDOMANADO.COM dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulut menunjukkan adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 yang cukup signifikan dalam sebulan terakhir.

Tercatat pada 14 Juni 2021 lalu kasus aktif atau kasus Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit ada sebanyak 260 kasus. Namun pada 14 Juli 2021 ini, kasus aktif sudah mencapai angka 2.021 kasus.

Itu artinya dalam sebulan, peningkatan kasus aktif telah mencapai 677%. Salah satu yang harus diwaspadai ialah kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien. Ini erat kaitannya dengan angka bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel menyebut, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan jumlah tempat tidur isolasi yang ada di banyak RS se-Sulut, agar BOR tidak sampai 90%.

“Sekarang ini prioritas teman-teman di bagian pelayanan kesehatan (Yankes) di bawah pimpinan dr Lidya Tulus adalah meningkatkan dan menambah jumlah tempat tidur isolasi,” ungkap Dandel beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, Dandel berharap agar rumah-rumah sakit yang ada di Sulut masih bisa merawat pasien, serta tidak sampai overload atau kelebihan kapasitas karena banyaknya orang yang harus dirawat akibat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.

“Mudah-mudahan tidak terjadi (BOR diatas 90% maupun overload). Kita berharap dengan ditambahnya jumlah tempat tidur, maka BOR bisa diturunkan,” tutur Dandel yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut ini.

Adapun berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, tercatat ada penambahan sebanyak 274 kasus baru Covid-19 pada Rabu (14/7/2021). Ini membuat total kasus virus korona di Sulut sudah mencapai 18.364 kasus.

Dari jumlah tersebut, 15.762 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 581 orang meninggal dunia, serta 2.021 orang kasus aktif yang masih mendapatkan perawatan, baik itu isolasi mandiri di rumah maupun dirawat di rumah sakit. (Fernando Rumetor)