Viral, Bocah 7 Tahun Diisolasi Tanpa Didampingi, RS Bapelkes Akui Ada Kesalahan Prosedur

oleh -
Pihak keluarga Aurel. (FOTO: Istimewa)

MANADO – Viral di media sosial seorang bocah usia tujuh tahun bernama Aurel harus menjalani isolasi seorang diri di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tanpa didampingi keluarga.

Keluarga Aurel yang keberatan lantas mengajukan protes kepada pihak Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Kisah Aurel ini terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial.

Pengelola Rumah Sakit Lapangan Darurat Covid-19 milik Bapelkes Manado, Sulawesi Utara mengakui ada petugasnya yang salah menginterpretasikan perintah sehingga Aurel bocah usia 7 tahun harus diisolasi seorang diri tanpa pendampingan orang tua. Padahal pimpinan Bapelkes Manado sudah mengizinkan Aurel diisolasi mandiri (isoman) di rumah.

Dokter Regina Tuwongkesoang/ Kepala Rumah Sakit Lapangan Darurat Bapelkes Provinsi Sulut. (FOTO: Istimewa)

“Instruksi perintah kita (saya) dia itu isoman, mengingat usia. Tapi tetap di bawah pengawasan orang tua, dan pusekemas terdekat, serta Satgas Kelurahan,” ujar Direktur Rumah Sakit Lapangan Darurat Covid-19 Bapelkes Manado, dr Regina Tuwongkesong saat dimintai konfirmasi Senin (26/7/2021).

Regina mengungkapkan, pihaknya menerima Aurel setelah dinyatakan reaktif Covid-19 melalui tes antigen di Pelabuhan Manado pada Jumat (23/7/2021) lalu. Aurel bersama ibu dan adiknya memang baru tiba dari Jailolo, Maluku Utara.

Sementara itu, paman Aurel Andy Rompas mengatakan Aurel bersama ibu dan adiknya tiba di Pelabuhan Manado pada Jumat (23/7/2021). Mereka baru datang menggunakan kapal laut dari Jailolo, Maluku Utara.

Sama seperti penumpang kapal lainnya, Aurel dan keluarganya itu harus menjalani tes swab antigen dan hasilnya Aurel reaktif Covid-19, sementara ibu dan adiknya negatif. Aurel kemudian dibawa ke rumah singgah Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) untuk dilakukan tes PCR.

Pihak Bapelkes kemudian meminta Aurel diisolasi seorang diri, namun orang tua menolak sehingga terjadi adu mulut. Pihak Bapelkes kemudian meminta orang tua Aurel pergi karena dinilai telah menghalangi tugas mereka, sehingga Aurel diisolasi sendiri.

Malamnya, Andy Rompas dan keluarga Aurel lainnya datang ke Bapelkes untuk meminta Aurel dikeluarkan. Keributan pun terjadi dan terekam video, yang kemudian beredar di media sosial.

“Kalau terjadi apa-apa sampai sakit ngana (kamu) mau tanggung jawab? Kalau dia ketakutan sampai dia stres mau tanggung jawab kalau dia mati,” kata Andy dalam video yang beredar.

Aurel dirujuk ke Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado untuk tes PCR. Andy mengungkapkan, di Bapelkes Aurel sempat diisolasi sendiri kemudian dikirim ke beberapa rumah sakit, namun hingga akhirnya diisolasi di ruang penampungan Covid-19 di Maumbi.

“Jadi karena mereka oper sana, oper sini, akhirnya mereka (petugas) lepas tangan, mereka taruh di Maumbi sini,” ujar Andy.

Diketahui dalam video tersebut Seorang wanita yang juga keluarga Aurel, nernama Nancy Angela, ikut meminta petugas kesehatan mengeluarkan Aurel. Nancy juga ikut berteriak dan meminta petugas segera mengeluarkan Aurel.

“Mana, mana saya punya kemenakan, kasih keluar, ambil, dia baru OTG kenapa mau ditahan, aturan dari mana?” teriak Nancy dalam video itu. (Deidy Wuisan)