PLN Peduli, Dukung Electrifying Agriculture Budidaya Bunga Krisan Bagi Kelompok Tani Krekleli Tomohon

oleh
Penyerahan TJSL PLN oleh General Manager PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki. (Foto: Istimewa)

MANADO – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), PLN Peduli memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Krekleli yang ada di Kota Tomohon dalam rangka pengembangan usahanya.

Usaha dari kelompok Tani Krekleli sendiri bergerak di bidang Budidaya Tanaman Krisan atau Serunai, yang merupakan sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik.

Bantuan yang diberikan sendiri berjumlah 78,2 Juta yang akan dipakai untuk keperluan renovasi screen house, irigasi, serta untuk pencahayaan yang sangat diperlukan untuk budidaya Tanaman Krisan, karena salah satu faktor pendukung pertumbuhan tanaman ini adalah cahaya.

General Manager PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki didampingi Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Maria Gunawan memberikan secara simbolis bantuan kepada Kelompok Tani Krekleli, Rabu (13/10/2021).

Dalam penyampaiannya, Leo Basuki berharap agar bantuan ini dapat membantu para petani Budidaya Tanaman Krisan dalam hal produksi yang lebih berlipat ganda, serta dapat dikembangkan ke komunitas petani lainnya.

“Melalui bantuan kami ini semoga Budidaya Tanaman Krisan ini akan lebih bergairah lagi, dalam artian dari segi usahanya akan bertambah serta peminat dari bunga Krisan akan lebih banyak lagi,” ujar Basuki.

“Dalam hal dukungan kami dari sisi kelistrikan semoga akan membantu proses penerangan screen house ini, sehingga para petani dapat mengatur jadwal panen, serta kualitas dari bunga krisan ini dapat terjaga” tambah Basuki.

James Mogi selaku Ketua Kelompok Tani Krekleli menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah memberikan bantuan bagi keberlangsungan usaha Budidaya Tanaman Krisan yang sementara dikembangkan.

“Bunga Krisan ini di malam hari membutuhkan cahaya sekitar 4 jam, jika tidak ada cahaya pertumbuhannya tidak akan merata yang mengakibatkan ada bunga yang tinggi dan pendek. Dalam masa panen kita hanya dapat menjual yang pertumbuhan bunganya tinggi sedangkan yang pendek dianggap gagal panen,” sebut James.

“Dari sisi penghematan dulunya kami menggunakan genset dengan biaya sekitar 800 ribu rupiah, namun setelah listrik masuk dari PLN kami bisa menghemat sampai 50 % dari sisi biaya untuk penerangan. Kalau tanpa listrik PLN kami tidak bisa panen secara maksimal, terima kasih PLN” tutup Mogi.

Untuk kemudahan layanan, masyarakat dapat memanfaatkan Aplikasi PLN Mobile. Sebuah Aplikasi yang dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan PLN hanya dalam satu genggaman.(Fernando Rumetor/*)