Semarakan HPS 2021, Empat Kabupaten/Kota se-Sulut Serentak Tanam dan Panen Jagung

oleh
Tampak kegiatan tanam jagung yang digelar untuk menyemarakkan HPS 2021. (Foto: Istimewa)

MANADO – Semarakkan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2021, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama dengan Karantina Pertanian Manado dan Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) menandai dengan kegiatan tanam jagung dan panen raya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di empat Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kota Bitung.

“Sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Karantina Pertanian Manado siap membantu menjaga ketersediaan pangan serta mencegah masuk dan keluarnya Organisme Pengganggu Tanaman dari dan ke luar wilayah kerja kami,” ujar Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado, Rabu (27/10/2021) di Manado.

Sebagai informasi, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 tahun 2021, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, panen dan tanam komoditas pertanian serentak di 41 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Manado – Sulut.

Peringatan HPS tahun 2021 dipusatkan di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan turut diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia secara virtual, Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut, Donni menjelaskan untuk tanam Jagung di Kabupaten Minahasa Utara dihadiri oleh Bupati Minahasa, Kadis Pertanian Provinsi dan Kadis Kabupaten Minahasa Utara di areal seluas 5 Ha di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat.

Selanjutnya untuk tanam jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada area seluas 2 Ha di desa Tutuyan Kec. Tutuyan yang dihadiri oleh Kadis Pertanian dan Kadis Pangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Berlanjut pada tanam jagung di Kota Bitung dengan areal seluas 2 Ha di Kel. Danowudu Kec. Ranowulu, dihadiri oleh Wali Kota Bitung. Dan untuk panen padi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada areal sawah seluas 15 Ha di Desa Konarom Kecamatan Dumoga Tenggara, dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow.

Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menekankan pada langkah antisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian harus menggunakan teknologi dan praktik berbasis pada bukti saintifik.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Bambang menyampaikan bahwa Karantina Pertanian selalu siap bersinergi bersama dalam menjaga keamanan dan ketersediaan pangan.(Fernando Rumetor)