Perkuat Pencegahan Stunting, BKKBN Sulut dan Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi di Likupang Selatan

oleh
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi. (foto: istimewa)

MINUT – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara (Sulut) dan Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Pendataan Keluarga dan Stunting kepada Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra Tahun 2021 di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (27/10/2021).

Kesempatan itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene selaku narasumber mengatakan, pencegahan stunting butuh perhatian semua pihak.

“Baik itu pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa, dan butuh dukungan masyarakat agar strategi penanganan dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Ia tak memungkiri, Indonesia di dalamnya Provinsi Sulawesi Utara memiliki geografis yang luas.

“Ini membuat akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan maupun kependudukan dan keluarga berencana harus lebih dioptimalkan,” tuturnya.

Kata Felly, itu dimaksudkan supaya jangkauan masyarakat memperoleh pemahaman lewat beragam fasilitas komunikasi, informasi, dan edukasi yang benar dan tepat.

Foto bersama usai kegiatan sosialisasi. (foto: istimewa)

“Saya sangat optimis bahwa BKKBN dengan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang ada, mampu melaksanakan berbagai program Bangga Kencana untuk memenuhi target yang ditetapkan,” tukasnya.

Di satu sisi, Felly meyakini bahwa masyarakat Sulawesi Utara mempunyai kapasitas dan ketaatan untuk mengikuti program-program yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini semua demi kesejahteraan masyarakat luas.

Di tempat yang sama Koordinator Budang ADPIN BKKBN Sulut, Ignatius J Worung dalam sambutannya menerangkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) yang diadakan secara nasional (Dipimpin Wapres) dan berjenjang ke tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, merupakan sebuah strategi demi suksesnya penanganan stunting di Indonesia.

“Sedangkan di tingkat desa/kelurahan, BKKBN menginisiasi pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK),” terangnya.

Ia menuturkan, tim tersebut di dalamnya adalah kader PKK, PPKBD dan sub-PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) serta bidan atau tenaga kesehatan yang ada di desa atau kelurahan.

“Untuk penanganan stunting, pada tahun 2024 ditargetkan turun hingga angka 14 persen. Bahkan untuk Provinsi Sulawesi Utara ditargetkan angka stunting turun dibawah 14 persen,” tuturnya

Selain itu, lanjut dia, BKKBN juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Pendataan Keluarga Tahun 2021. Di mana untuk Provinsi Sulawesi Utara, capaian PK21 yaitu sebanyak 95,53 persen.

“Atas nama Kaper BKKBN Sulut, Koordinator Bidang Adpin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Bangga Kencana. Terima kasih juga atas kehadiran Ketua Komisi IX DPR RI dan permohonan maaf dari Kaper BKKBN Sulut yang tidak sempat hadir pada kegiatan ini,” ujarnya.

Ia meyakini kemitraan antara Komisi IX DPR-RI dengan BKKBN, akan mampu memuluskan target capaian program Bangga Kencana yang menjadi program prioritas nasional.

Dalam kegiatan sosialisasi ini dihadiri Kabid Pengendalian Penduduk DPPKBD Minahasa Utara, Stans Katuuk, Sekretaris Pemerintah Desa Batu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Jajaran DPPKBD Minahasa Utara, Kader KB, PKB, PPKBD, Sub PPKBD se-Kecamatan Likupang Selatan.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan handsanitizer, dan menjaga jarak. (rivco tololiu/*)