Antisipasi Bencana, Gubernur Sulut Imbau Bupati/Wali Kota Waspadai Fenomena La Nina

oleh
Gubernur Sulut Olly Dondokambey. (foto: istimewa)

MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu daerah yang terdampak fenomena La Nina.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di Sulut yang dapat menimbulkan bencana.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Ia mengeluarkan imbauan lewat surat Nomor: 360/21.6692/Sekr-BPBD tertanggal 29 November 2021 kepada bupati dan wali kota di Sulut untuk mewaspadai fenomena La Nina tersebut.

Surat Imbauan Gubernur Sulut kepada Bupati/Wali Kota. (foto: istimewa)

Ada lima poin imbauan dari Gubernur Sulut tersebut.

Pertama, meningkatkan sosialisasi, komunikasi, edukasi, dan upaya mitigasi kepada masyarakat terutama yang bermukim di daerah rawan bencana banjir, longsor, gelombang pasang dan angin puting beliung.

Kedua, menyiapkan dan mensosialisasikan tempat evakuasi yang aman dengan mempertimbangkan protokol kesehatan selama masa pandemi  Covid-19.

Ketiga, mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya yang ada (personel, peralatan, dan logistik).

Keempat, meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait (TNI, POLRI, SAR, BMKG, PMI, RAPI, Relawan dan lainnya) dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

Dan kelima, apabila diperlukan, dapat menetapkan status darurat bencana dan pembentukan pos Komando penanganan darurat bencana, serta aktivasi rencana kontijensi menjadi rencana operasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, Joi Oroh mengatakan, surat imbauan Gubernur Sulut tersebut sebagai langkah antisipasi akan potensi bencana yang dapat ditimbulkan dari fenomena La Nina.

“Apalagi jika curah hujan tinggi dan berlangsung lama, ini tentu sangat rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Kita baru-baru ini rapat bersama BMKG bahas soal fenomena La Nina,” ungkap Oroh, Selasa (30/11/2021).

Ia berharap, pemerintah daerah di kabupaten/kota untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat akan fenomena La Nina ini.

“Terutama yang tinggal di bantaran sungai, perbukitan dan pesisir pantai. Ini sebagai langkah antisipasi kita. BPBD di kabupaten/kota juga kita minta perkuat koordinasi,” tandasnya. (rivco tololiu)