Genjot PAD di Akhir Tahun, Bapenda Sulut Terapkan Delapan Cara Ini

oleh
Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng terus memotivasi dalam merealisasikan target PAD. (foto: istimewa)

MANADO – Berbagai strategi terus digencarkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Apalagi sisa waktu untuk mencapai target PAD tahun 2021 tinggal beberapa minggu ke depan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulut, Olvie Atteng melalui Sekretaris Conny Kuhon mengatakan, pihaknya berupaya dengan segala strategi untuk merealisasikan target PAD hingga akhir 2021.

“Sesuai arahan dan instruksi Ibu Kaban Bapenda, kita melakukan evaluasi dan memperkuat program kerja di lapangan,” kata Conny, Kamis (2/11/2021).

Ia menjelaskan, ada delapan cara atau langkah yang sementara diterapkan untuk memanfaatkan sisa waktu hingga akhir tahun untuk menggenjot PAD.

Pertama, pihaknya langsung koordinasi dengan pihak dealer untuk mencari tahu berapa unit yang dipesan pembeli sampai akhir Desember 2021.

“Kita nanti akan memperkirakan berapa pendapatan yang bisa digarap hingga akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Kedua, lanjut dia, kerpihaknya akan koordinasi dengan dealer, agar proses pembelian kendaraan bisa dipercepat pada bulan Desember.

Ketiga, kerja sama dengan pemerintah (pemda) di kabupaten/kota agar dapat membayar pajak kendaraan dinas.

Keempat, koordinasi ke perusahaan-perusahaan untuk membayar pajak kendaraan yang masih menunggak.

Kelima, keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 30% untuk segmen pariwisata.

Keenam, melaksanakan operasi lilin bersama pihak kepolisian untuk menjaring kendaraan yang masih tunggak pajak.

Ketujuh, UPTD kabupaten/kota mengaktifkan Samsat Malam Minggu.

Terakhir, kedelapan, pihak Bapenda Sulut akan melakukan penelusuran mengejar pajak P1 (Proritas Satu).

“Misalnya kendaraan yang dibeli tahun lalu, dan tahun ini belum bayar pajak. Itu yang akan kita kerja,” bebernya.

Ia mengakui, sesuai eveluasi banyak ada sejumlah UPTD Samsat yang realiasi Pajak Daerah masih rendah.

“Ini juga kita evaluasi dan push bersama, agar supaya realisasi target PAD bisa optimal,” terangnya.

Sesuai data sampai dengan tanggal 30 November 2021, Bapenda Sulut meski dalam situasi pandemi mampu realisasikan PAD sebesar Rp976.564.430.404.

Capain tersebut persentasenya 85,74% dari target PAD Pagu Perubahan 2021 sebesar Rp1.138.963.911.759. (rivco tololiu)