Maxi Rondonuwu Duduki Jabatan Definitif Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI

oleh
Maxi Rondonuwu saat dilantik sebagai Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. (foto: istimewa)

MANADO – Maxi Rondonuwu salah satu putra terbaik Sulawesi Utara (Sulut) kini menduduki jabatan definitif sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen P3 Kemenkes.

“Tentu saya sangat berterima kasih atas anugerahnya hari ini saya bisa dilantik sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI sesuai surat keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanggal 6 Desember 2021,” ungkapnya, Rabu (15/12/2021).

Maxi mengaku bangga dan terharu sebagai orang dari daerah Sulut, bisa dipercayakan pada jabatan eselon I di Kemenkes.

“Apalagi jabatan ini sangat strategis saat ini terkait penanganan pandemik Covid 19,” lanjutnya.

Mantan Direktur RSUP Kandou Manado itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Memang saya sangat menyampailan terima kasih buat pak Presiden Jokowi dan pak Menkes serta pak Gubernur Sulut atas kepercayaan ini,” tutur

Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih banyak dan salut buat pak Gubernur Sulut yang telah menyiapkan dan mengawal kader terbaik Sulut untuk berkiprah di nasional. Semoga teman-teman birokrat Sulut lainnya termotivasi ikut berkiprah di nasional,” bebernya.

Dengan sahnya Maxi Rondonuwu sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dipastikan akan banyak keuntungan bagi daerah. Salah satunya makin maksimalnya penanganan pandemik Covid-19 dengan vaksinasi.

“Sulut akan kita prioritaskan dalam penanganan pandemik Covid-19 khususnya cakupan vaksinasi. Kalau sudah hampir habis, akan langsung kita suplai,” tukasnya.

“Apalagi Sulut ini kan adalah daerah yang sangat berkembang. Pembangunan pesat, pariwisata juga berkembang sangat pesat. Jadi pengendalian pandemi melalui cakupan vaksinasi sangat penting dilakukan. Jadi semua daerah juga akan leluasa untuk berkonsultasi dengan kita,” tandasnya. (rivco tololiu)