Rio Dondokambey Gaungkan Petani Milenial, Pilar Berkelanjutan Pertanian di Sulut

oleh
Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey bersama Bupati Minut Joune Ganda dan Kepala Dispertanak Sulut Novly Wowiling saat panen jagung. (foto: istimewa)

MINUT – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) Rio Dondokambey mendukung gerakan “Mari Jo Bakobong” yang digalakan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK).

Program bertani itu diharapkan diikuti para generasi muda di Bumi Nyiur Melambai sebagai pilar berkelanjutan pertanian di Sulut.

“Pertanian ini kita harus dorong untuk kebutuhan sandang, pangan, papan. Makanan itu merupakan satu hal yang memang selalu dibutuhkan manusia,” ungkap Rio Dondokambey, usai menanam dan panen jagung bersama Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dan Kepala Dinas Pertaian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut, Novly Wowiling di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, Jumat (4/1/2022).

Ia menyebut, KNPI Sulut menggaungkan petani milenial karena karena data yang diterima dari Dispertanak Sulut, bahwa 80% petani berasal dari kaum lanjut usia.

“Siapa yang nanti akan bertani? Maka dari itu, kami merancang suatu kegiatan di mana nantinya boleh bersama-sama pemuda untuk memperkenalkan lagi pertanian kepada generasi muda agar supaya tidak habis yang berpetani,” terangnya.

Ia menambahkan, sebagai generasi muda harus berikan pendidikan bertani secara efektif. Rio pun punya program tentang bertani berbasis digital teknologi.

“Untuk generasi muda sendiri tentunya yang perlu kita berikan adalah pendidikan tentang bertani berbasis teknologi. Zaman sekarang ini bertani bisa dikontrol lewat komputer. Jadi, sebenarnya jika dilaksanakan dengan benar sistem pertanian itu sudah lebih bisa modern lagi,” ungkapnya.

Rio juga mengajak generasi muda untuk ikut berperan, terutama dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sektor pertanian secara efisien.

Menurutnya, masalah pertanian di Sulut salah satunya ialah terkait efisiensi dan efektivitas.

“Misalnya contoh, kalau dulu petani ibaratnya menghasilkan 1 kilogram, dengan teknologi bisa menghasilkan 5 kilogram misalnya. Inilah yang saya rasa boleh menjadi awal kerja sama antara KNPI dan Dinas Pertanian,” tandasnya. (rivco tololiu)