Kapolda Sulut Tinjau Vaksinasi Massal di Pelabuhan Bitung

oleh
Foto bersama dalam peninjauan vaksinasi massal di Pelabuhan Bitung. (foto: istimewa)

BITUNG – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno didampingi Karo Ops, Kabid Humas dan Kabid Dokkes meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di terminal penumpang Pelabuhan Bitung pada Rabu (9/3/2022).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari akselerasi vaksinasi serentak se-Indonesia, yang turut ditinjau langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo disalah satu titik yakni di PT Surya Jaya Wisesa Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pada peninjauan tersebut, Kapolri juga memantau pelaksanaan vaksinasi di jajaran melalui video conference, serta berdialog interaktif dengan beberapa Kapolda.

Sesaat usai mengikuti video conference dan meninjau vaksinasi, Irjen Pol Mulyatno beserta beberapa Pejabat Utama Polda Sulut tersebut juga memberikan bingkisan kepada perwakilan peserta vaksinasi.

Irjen Pol Mulyatno mengatakan, vaksinasi serentak yang dipantau Kapolri ini menjadi motivasi bagi pihaknya dan juga instansi terkait lainnya untuk terus melakukan akselerasi vaksinasi agar masyarakat memiliki kekebalan kelompok demi menekan laju penyebaran Covid-19.

“Sampai sekarang ini capaian vaksinasi di seluruh Sulut sudah lebih 86 persen untuk dewasa, kemudian lansia hampir mencapai 70 persen, dan anak-anak 65 persen,” ujarnya.

Terkait Surat Edaran Kasatgas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tanggal 8 Maret 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19, Irjen Pol Mulyatno menyatakan pihaknya mendukung pelaksanaannya.

“Kalau itu sudah merupakan keputusan pemerintah, tentunya kami melaksanakan dan membantu menegakkannya,” tegasnya.

Ia berharap dengan sinergitas lintas sektoral dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat, maka target vaksinasi di Sulut bisa segera terpenuhi.

“Harapan kami target vaksinasi bisa segera terpenuhi, karena selama ini ada beberapa kendala di daerah-daerah tertentu masih ada informasi hoaks yang seolah-olah vaksin itu tidak bermanfaat dan lain sebagainya,” jelasnya. (Redaksi)