MANADO – Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto S.Si, M.Eng dan Direktur Analisis Dampak Kependudukan, Dr Faharuddin, SST, M.Si BKKBN RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kunker ini untuk agenda pertemuan bersama Perwakilan BKKBN Sulut dengan mengundang para Mitra Kerja dari Dinas Dukcapil & KB Provinsi Sulut, Ketua Koalisi Kependudukan, Forum Rektor Provinsi Sulut dan Korem 131/Santiago, serta penyuluh KB dan PLKB dari 15 Kabupaten/Kota Sulawesi Utara yang mengikuti secara daring.
Pertemuan bertempat di Ruang Rapat Lestari Kantor Perwakilan BKKBN Sulut yang dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Diano Tino Tandaju pada Rabu (13/7/2022).
Kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut bersama para Mitra Kerja mendengar arahan dari Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto S.Si, M.Eng.
Bonivasius menyampaikan bahwa fokus program kerja saat ini tidak hanya mengenai Pengendalian Penduduk saja, tetapi harus mengingat bahwa ada 5 Pilar Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).
“Kelima Pilar GDPK tersebut yaitu Pengendalian Kuantitas Penduduk; Peningkatan Kualitas Penduduk; Pembangunan Keluarga; Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk; dan Penataan Administrasi Kependudukan,” ungkapnya.
Lanjut dia, dimana 5 pilar GDPK ini merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
“Dimana kita tidak bisa hanya membicarakan mengenai mengendalikan kuantitas jumlah penduduk, tetapi juga kualitasnya,” bebernya.
Ia mengakui untuk mewujudkan 5 Pilar GDPK diperlukan data kependudukan yang kuat dan terintegritas antara instansi satu sama lain.
“Tanpa adanya data kita tidak bisa melakukan rencana pembangunan,” tandasnya. (rivco)


Tinggalkan Balasan