Ibadah Agung HUT Ke-88 GMIM Bersinode, Wagub Ajak Jemaat Jaga Kerendahan Hati

oleh -1212 Dilihat
Wakil Gubernur Steven Kandouw saat sambutan. (foto: istimewa)

MANADO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menghadiri Ibadah Agung Hari Ulang Tahun Ke-88 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bersinode Tahun 2022 di Pohon Kasih Kawasan Megamas Manado, Jumat (30/9/2022).

Ibadah Agung ini dipimpin Ketua BPMS GMIM Pendeta (Pdt), Hein Arina, yang dihadiri seluruh pelayanan khusus (pelsus) dan pendeta di seluruh wilayah pelayanan Sinode GMIM.

Wagub Kandouw saat sambutan mengatasnamakan Gubernur Olly Dondokambey dan Pemerintah Provinsi Sulut mengucapkan selamat merayakan HUT ke-88 kepada keluarga besar GMIM.

Ia kemudian menyinggung isu yang terjadi saat ini, yakni perang antara Rusia dan Ukraina.

Menurutnya, jika ditelusuri merupakan perang perebutan hegemoni di antara negara-negara Barat.

“Sekarang ini dunia dilanda hiruk-pikuk, utamanya faktor perang Rusia-Ukraina, yang menjadi perang hegemoni. Perlu diketahui, perang hegemoni yang sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu, dari masa ke masa oleh sejumlah negara,” ujarnya.

“Kenapa saya singgung ini? Karena GMIM juga ada di era hegemoni. Di 7 dari 15 kabupaten/kota se-Sulut, GMIM mendominasi baik dari segi kualitas dan kuantitas, pemerintah maupun gereja,” sambungnya.

Wagub lalu menyebutkan nama-nama sejumlah kepala daerah se-Sulut, beserta wakilnya yang ikut menjadi bagian dalam pelayanan GMIM, termasuk dirinya dalam kapasitasnya sebagai Penatua, dalam tugas menjadi Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Diakonia BPMS GMIM.

“Ini namanya hegemoni. Yang ibarat sebuah mata uang, punya dua sisi yang berbeda. Hegemoni kita (GMIM) di satu sisi adalah kebanggaan, syukur dan berkat yang diberikan Tuhan berikan bagi Sulut. Tapi di sisi yang lain, (hegemoni) ini merupakan tantangan bahkan ancaman untuk kita semua,” jelasnya.

“Jadi kalau GMIM tidak bagus, melenceng, tidak kondusif, yang akan merasakan tentunya Sulut, karena lebih dari 70% penduduk Sulut ada di 7 kabupaten/kota (wilayah pelayanan GMIM-red) ini,” tambahnya.

Untuk itu, di momentum perayaan HUT Ke-88 GMIM Bersinode, Wagub mengajak seluruh warga GMIM untuk melakukan kontemplasi, introspeksi dan berkaca dengan keberadaan GMIM yang ada saat ini.

Ia mengingatkan, hegemoni GMIM saat ini tidak hanya dilihat dari satu sisi mata uang yang menjadi kebanggaan ataupun kebesaran hati, melainkan juga melihat sisi mata uang lainnya yang harus terus diwaspadai.

“Kita tahu persis, tahun 1830 Riedel dan Schwarz, termasuk juga Ulfers dan kawan-kawan datang menyebarkan Injil ke Tanah Minahasa dengan sikap yang sangat ‘down to earth’, dengan kerendahan hati, yang menjadi salah satu wujud ajaran Kekristenan yang diajarkan oleh Rasul Paulus,” terangnya.

“Mari kita terus jaga kerendahan hati ini, jangan jadi congkak dengan kebesaran kita. Berkat yang Tuhan berikan ini justru harus jadi alat kita dalam bermawas diri,” pungkasnya.

Turut dalam ibadah tersebut Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, para bupati/walikota se-Sulut, jajaran BPMS dan Ketua BIPRA GMIM, serta Ketua TP-PKK Manado Irene Angouw-Pinontoan yang merupakan Ketua Panitia acara. (rivco)