BOLTIM
– Tahun 2023 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah menargetkan penurunan angka stunting sebesar 2,75 persen.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Jefry Sonny Warokka, usai menghadiri kegiatan tindaklanjut audit kasus stunting, yang digelar Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Boltim, Rabu (02/11/2022). “Kita sudah berkomitmen untuk ikut target nasional dalam upaya penurunan angka stunting yaitu 2,75 persen, di tahun 2023 mendatang. Saat ini, angka stunting sekira 6,75 persen. Untuk itu, kita upayakan penurunan angka stunting sebesar 4 persen,” kata Sonny.

Diungkapkannya, belum lama ini ada temuan kasus stunting. Dimana, berdasarkan hasil pendataan kembali oleh tim pendata Pemkab Boltim, setelah sebelumnya para penderita stunting itu tidak berada di tempat. Setelah dilakukan pendataan kembali, kata Sonny, para penderita stunting itu belum tercover sebagai peserta BPJS. “Maka dari itu, selain memberikan asupan makanan bergizi dan vitamin, juga langsung didaftarkan sebagai peserta BPJS aktif yang ditanggulangi oleh Pemkab Boltim,” terangnya.

Sonny menegaskan, bahwa dalam hal penanganan kasus stunting, pemerintah harus bergerak cepat. Hal ini perlu dilakukan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan manusia.

“Pada prinsipnya, untuk menurunkan angka stunting maka pemerintah harus sigap. Jika ada temuan kasus dan penderita belum terakomodir BPJS, maka langsung ditangani dengan baik,” tandasnya. (Novianti Kansil)