Suguhkan Keragaman Sulut-Gorontalo, Film ‘Uti deng Keke’ Tayang Perdana 17 November

oleh -1114 Dilihat
Pemeran film 'Uti deng Keke' saat konferensi pers. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Film sarat toleransi antara dua daerah di ujung utara Pulau Sulawesi, ‘Uti deng Keke’, akan segera tayang perdana di bioskop pada Kamis 17 November 2022 mendatang. 

Hadir dengan latar belakang dua daerah, yaitu Gorontalo dan Minahasa Utara, film ini bakal menampilkan landscape 2 daerah yang penuh keragaman.

Film yang diproduksi oleh Gema Production ini menghadirkan banyak nama populer seperti Roy Marten, Mongol Stres, Gery Iskak, Addin Hidayat, Fannita Posumah, Didi Roa, Tanta Lala dan lainnya.

Perempuan yang pertama kali terjun ke dunia peran, Lana Victoria, juga siap menujukkan akting memukaunya. Ada pula penampilan spesial dari Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda yang ikut beradu akting dengan para pemain lainnya.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Clin Food Palace Megamas, Selasa (15/11/2022), Eksekutif Produser, Hartono mengatakan, film ini layak ditonton karena menampilkan kesederhanaan 2 daerah yang seperti saudara ini.

“Ceritanya ringan, tentang persahabatan 2 anak dari remaja hingga SMA yang memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda hingga akhirnya ada ketertarikan dan memutuskan untuk bersahabat,” ujarnya. 

“Namun, dibalik kesederhanaan ini ada banyak nilai yang dapat diambil, terutama tentang toleransi,” tambah Hartono yang didampingi Mongol Stres, Didi Roa dan Lana Victoria.

Selain itu, pada realitanya, para pemain yang ada juga lekat dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam, namun mampu menjalani kehidupan dengan baik, hidup berdampingan dengan yang lainnya.

Film ini pun akan mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan masa sekolah dan nuansa daerah Sulut khususnya, Minahasa Utara dan Gorontalo.

“Selain mengangkat latar belakang Gorontalo dan Sulawesi Utara khususnya Minahasa Utara, film ini juga makin memperkenalkan bahasa daerah masing-masing, tentunya ada juga bahasa Indonesia,” kata Hartono.

Film yang mulai syuting Juli 2022 ini pun akan menjadi pilihan tontonan bagi keluarga, khususnya bagi yang ada di Sulawesi Utara dan Gorontalo maupun bagi yang ingin menikmati film berlatar keluarga.

Konferensi pers film ‘Uti deng Keke’ di Clin Food Palace. (FOTO: Fernando Rumetor)

Sementara itu, salah satu pemeran yakni Mongol Stres menyampaikan bahwa film ini adalah film ke empat dengan tema kedaerahan yang dibintanginya.

Mongol bersyukur karena film ini termasuk cepat tayang padahal baru syuting pada Juli 2022. “Film ini luar biasa karena bisa tayang akhir tahun padahal proses syutingnya Juli 2022 dan di 2 daerah,” bebernya.

Didi Roa dan Tanta Lala juga menjadi pemain film asal Bumi Nyiur Melambai yang begitu dinanti penampilannya. Sejak awal diumumkan, antusias masyarakat sudah bisa dilihat di kolom komentar akun media sosial keduanya.

Hal itu pun disyukuri keduanya dan menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik. “Di film ini saya dan Tanta Lala berperan menjadi suami istri. Ini juga jadi pengalaman berharga karena kali perdana bagi saya sehingga menarik untuk dinanti hasilnya,” kata Didi.

Sang pemeran Keke kecil, Lana Victoria yang masih berusia 14 tahun ini mengajak masyarakat Sulut dan Gorontalo untuk sama-sama menonton film Uti deng Keke.

“Mari tonton Uti deng Keke, dukung kami dan perfilman tanah air, termasuk dukung karya anak daerah. Selamat menonton, semoga suka dan nilai yang ada di film ini bisa sampai kepada seluruh yang menonton,” tuturnya.

Film ini akan mulai rilis perdana di CGV dan XXI pada 17 November 2022, kalian bisa mendapatkan tiket melalui pemesanan di aplikasi TIXX. (Fernando Rumetor)