Selain itu, meningkatnya aktivitas hiburan seperti konser musik dan acara-acara lokal lainnya selama Triwulan I-2023 juga turut meningkatkan aktivitas pada lapangan usaha ini.
Pertumbuhan lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring adanya penghapusan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
Selanjutnya, pertumbuhan positif pada lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor didorong oleh tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan yang meningkat serta munculnya beragam bazar/pasar Ramadhan di berbagai wilayah di Sulut.
Sementara itu jika dilihat secara q-to-q, Ekonomi Sulut pada Triwulan I-2023 tercatat terkontraksi sebesar -8,24 persen dibandingkan Triwulan IV-2022.
“Hal ini disebabkan hampir seluruh lapangan usaha mengalami kontraksi pertumbuhan, kecuali lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh sebesar 1,75 persen,” tutur Asim.
Efek musiman berakhirnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru pada triwulan sebelumnya serta baru dimulainya kegiatan konstruksi menjadi faktor penyebab terjadinya kontraksi pada triwulan I-2023.
Turunnya realisasi pengadaan semen serta belanja modal APBN dan APBD menyebabkan lapangan usaha Konstruksi terkontraksi signifikan, yakni sebesar -18,08 persen.
Beberapa lapangan usaha lain yang mengalami kontraksi cukup dalam antara lain Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (-13,84 persen), Transportasi dan Pergudangan (-11,82 persen), serta Pertambangan dan Penggalian (-11,73 persen). (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan