Hampir 7 Tahun di Manado, Kini Minggus Gandeguai Emban Tugas Baru Jadi GM Bandara Internasional Lombok Praya

oleh
Minggus Eko Tri Gandeguai yang kini dipercayakan sebagai GM Bandara Internasional Lombok Praya. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Tak terasa hampir 7 tahun Minggus Eko Tri Gandeguai menjadi General Manager (GM) di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Kini ia harus mengemban tugas baru.

Minggus dipercayakan oleh Angkasa Pura 1 (AP1) untuk menjadi GM di Bandara Internasional Lombok Praya, yang memiliki tempat pariwisata terkenal ‘Mandalika’.

“Bisa dibilang saya GM terlama di BUMN se-Indonesia. Saya ada di dua periode Gubernur dan bekerjasama dengan 7 Kapolda,” ucap Minggus penuh tawa di malam keakraban, Jumat (27/10/2023) kemarin.

Foto bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado, Made Nur Hepi Juniartha (ujung kiri) di Malam keakraban bersama Minggus Gandeguai (tengah). (FOTO: Fernando Rumetor)

Minggus menyebut tak memiliki beban apapun dengan kepindahannya, sebab dirinya telah menyelesaikan tugas terakhir dari AP 1 untuk perluasan Bandara Internasional kebanggan warga Sulawesi Utara (Sulut) ini.

“Puji Tuhan perluasan area Bandara bisa kita selesaikan selama 2 tahun saat Covid-19 lalu. Ini semua berkat kerjasama dan kolaborasi kita semua,” ujar lelaki kelahiran Manokwari itu.

Setelah dilakukan perluasan, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado kini bisa menampung hingga 5,7 juta penumpang per tahun, dari yang sebelumnya sekira 2,6 juta penumpang.

Ayah dua anak ini pun mengaku bahwa nanti setelah selesai menyelesaikan tugas dan masuk masa pensiun, dirinya dan keluarga sudah memutuskan untuk pensiun di Kota Manado.

“Saya dan istri sudah memutuskan untuk pensiun di Kota ini. Selama hampir 7 tahun ini, anak saya dua-duanya sekolah disini, dan yang paling besar sudah menyelesaikan sekolah pilot dari Kota Manado. Jadi kami putuskan nanti akan pensiun di Manado,” tuturnya.

Adapun di acara tersebut, Minggus mengundang berbagai stakeholders Bandara, seperti Pemerintah, TNI, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Otoritas Bandara hingga Swasta. Kesempatan itu ia berpamitan kepada para mitra kerjanya yang telah membantu selama ini.

“Saya pun meminta doa restu dari bapak ibu sekalian agar saya dapat melaksanakan tugas di Lombok sampai selesai dengan baik,” kata Minggus.

“Dimanapun saya ditempatkan, saya selalu siap untuk mengabdi. Seperti motto Sam Ratulangi ‘Si Tou Timou Tumou Tou’, manusia hidup untuk menghidupkan orang lain,” sebutnya. (Fernando Rumetor)