Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Sulut Gelar Rapat Koordinasi Bahas Stabilitas Harga Bapok

oleh
Rapat Koordinasi TPID Sulut jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 pada Sabtu (4/11/2023). (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Upaya stabilisasi harga dan suplai bahan pokok di Sulawesi Utara (Sulut) terus dilakukan Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) jelang akhir tahun.

Salah satunya lewat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kantor Perwakilan BI Sulut pada Sabtu (4/1/2023).

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey berharap para pemerintah daerah di Sulut bisa meningkatkan kerjasama dalam mengendalikan harga bahan pokok jelang akhir tahun.

“Agar inflasi kita bisa terjaga. Buat apa inflasi rendah kalau masyarakat tidak bisa merasakan,” ungkap Dondokambey kepada media usai kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pemda juga harus terus berkoordinasi dengan BI serta stakeholders lainnya dalam menjaga harga bahan pokok, terlebih khusus beras dan cabai rawit merah atau yang dikenal dengan ‘rica’ ini.

“Kita sudah harus mengantisipasi dengan membuat program bersama BI. Misalnya 3 bulan kedepan harga cabai rawit tinggi sekali, maka dari sekarang kita beri petani bibit dan pupuk, kita bantu mereka,” tuturnya.

“Lalu terkait beras, apabila naik tinggi maka kita kerjasama dengan Bulog. Kita lakukan operasi pasar agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau,” tutur Olly yang juga Ketua TPID Sulut ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai langkah mengantisipasi inflasi tinggi jelang akhir tahun ini. 

“Kita melakukan upaya optimalisasi program pengendalian inflasi melalui sinergi Gelar Pangan Murah (GPM) dengan penyaluran bantuan sosial, kontinuitas pasar Bulog, dan pemanfaatan insentif fiskal untuk pengendalian inflasi,” tutur Prasmuko. 

Selain itu, lanjutnya, terdapat rekomendasi kebijakan sebagai strategi jangka pendek yaitu penyaluran bibit siap tanam, pupuk dan alsintan; subsidi angkut komoditas pangan; serta utilisasi pos pantau barang/komoditas. 

“Sedangkan untuk strategi jangka menengah panjang dapat dilakukan dengan intensifikasi/perluasan lahan berkolaborasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pilot project pembangunan green house, serta Demplot ke Poktan,” jelas Prasmuko.

“Kalau untuk beras dan cabai rawit sebenarnya bisa dihandle jika kita melakukan bersama. Kalau angkutan udara maupun cukai rokok kita tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Prasmuko.

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Kepala KPw BI Sulut Andry Prasmuko, Wali Kota Bitung, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Kepulauan Talaud, Pj Bupati Sitaro, Wawali Manado, Pj Wali Kota Kotamobagu, Pj Walikota Minahasa Tenggara, Pj Bupati Minahasa, perwakilan wali kota/bupati lainnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait lainnya. (Fernando Rumetor)