OJK Tekankan Pentingnya Inklusi dan Literasi Keuangan Ditengah Maraknya Penipuan dan Investasi Ilegal

oleh
Bincang-bincang santai ‘Media Update dalam rangka Hari Indonesia Menabung dan Kejar Award 2024’ yang dilaksanakan OJK Sulutgomalut pada Jumat (5/7/2024). (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulut terus mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan di tengah-tengah masyarakat

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Sulutgomalut, Robert Sianipar saat bincang-bincang santai ‘Media Update dalam rangka Hari Indonesia Menabung dan Kejar Award 2024’, Jumat (5/7/2024).

Dikatakan Robert, berdasarkan Survei OJK pada tahun 2022, indeks inklusi keuangan di Sulut mencapai 86,23 persen dan indeks literasi keuangan mencapai 50,13 persen.

“Angka ini menunjukkan lebih banyak yang sudah menggunakan layanan keuangan tapi belum sepenuhnya tahu. Ini yang menjadi tantangan kita untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Robert dengan era digital yang semakin maju, terjadi juga peningkatan penawaran-penawaran yang sifatnya penipuan seperti investasi ilegal dan investasi bodong.

“Peran kita bersama, dari lembaga keuangan dan media massa untuk mencerdaskan masyarakat. Supaya tidak jadi sasaran penawaran-penawaran penipuan karena tidak paham produk, tidak paham resikonya,” bebernya.

“Kalau kita lihat masyarakat yang tinggi tingkat literasi dan inklusinya, tentunya tingkat kesejahteraannya juga meningkat,” sambung Robert.

Ia pun mengungkapkan bahwa pemerintah juga terus berupaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di masyarakat, salah satunya lewat program Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus.

Tahun ini tema Hari Indonesia Menabung ialah ‘Menabung untuk Indonesiaku’. Lewat tema tersebut, OJK ingin mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk cakap mengelola keuangan dengan menabung.

“Kita berharap hingga akhir tahun 2024 indeks inklusi dan literasi keuangan di Sulut bisa mencapai 90 persen, sehingga masyarakat semakin mengetahui soal layanan keuangan,” kuncinya.

Turut hadir dalam Media Update mengenai Hari Indonesia Menabung yakni, Louisa Parengkuan – Dirops BSG, Lucky Lahope – Wapimwil BNI, Liau Jung Nyap – Pincab BCA, Dave Pinontoan – Dirut BPR Dana Raya selaku sekretaris Perbarindo bersama Jajaran Perbarindo, Yoga Yudistira – Dept Head BRI Kanwil, Billy – Bank Mandiri, Pingkan Kaligis – BSI. (Fernando Rumetor)