Kelancaran Distribusi dilakukan melalui Pemerintah daerah yang memfasilitasi distribusi pangan, termasuk subsidi ongkos angkut untuk menjaga harga tetap stabil hingga ke wilayah kepulauan.
Kemudian, Komunikasi Efektif dilakukan lewat High Level Meeting (HLM) yang rutin digelar untuk memperkuat sinergi kebijakan, serta mempercepat tindak lanjut atas dinamika harga di lapangan.
Selain menjaga stabilitas harga, BI juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja bijak dan tidak terjebak pinjaman online ilegal.
Edukasi literasi keuangan serta penggunaan transaksi digital seperti QRIS terus digencarkan agar masyarakat dapat mengelola keuangan secara lebih sehat.
“Kami optimistis inflasi 2026 tetap berada dalam sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen,” ucap Joko.
Adapun, kata Joko, risiko yang perlu diwaspadai antara lain fluktuasi pasokan pangan akibat musim, peningkatan aktivitas penerbangan dan permintaan wisata, hinhga kenaikan harga komoditas global seperti emas.
Namun, berbagai program seperti swasembada pangan, optimalisasi intervensi pasar, bantuan pangan beras, serta perluasan Gerakan Pangan Murah diyakini mampu menahan tekanan inflasi.
“Kami optimistis inflasi tetap terkendali sepanjang 2026 dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat,” tutup Joko. (nando)


Tinggalkan Balasan