MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) langsung ke Sulut pada Februari 2026 mencapai 9.191 kunjungan.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 21,74 persen dibandingkan Januari 2026 (month-to-month/m-to-m), dan melonjak signifikan 162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/y-on-y).

Kepala BPS Sulut, Agus Sudibyo, dalam rilis resmi, Rabu (1/4/2026), menyampaikan bahwa tren kunjungan wisman terus menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat, terutama ditopang oleh wisatawan dari kawasan Asia Timur.

“Jumlah kunjungan wisman ke Sulawesi Utara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 9.191 kunjungan atau mengalami peningkatan 21,74 persen dibandingkan Januari 2026. Secara tahunan, angka ini juga meningkat signifikan sebesar 162,68 persen,” ujar Agus.

Dari sisi kebangsaan, wisatawan asal Korea Selatan masih mendominasi dengan jumlah 4.427 kunjungan atau sekitar 48,17 persen dari total wisman. Disusul wisatawan asal Tiongkok sebanyak 3.647 kunjungan.

Sementara itu, wisatawan dari negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, Singapura, Prancis, Inggris, Belanda, Australia, dan Jepang tercatat dalam jumlah yang lebih kecil.

BPS juga mencatat adanya variasi pertumbuhan antar negara asal. Secara bulanan (m-to-m), kunjungan wisatawan asal Korea Selatan tumbuh 48,08 persen, sementara Tiongkok mengalami penurunan 8,30 persen, dan Jerman melonjak 204,76 persen.

Secara tahunan (y-on-y), wisatawan asal Korea Selatan mencatat lonjakan tertinggi hingga 8.098,15 persen, diikuti Tiongkok 83,54 persen dan Jerman 13,27 persen.

Selain wisman, pergerakan wisatawan domestik juga tercatat. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sulawesi Utara pada Februari 2026 mencapai 1.052.830 perjalanan.

Angka tersebut menurun 14,60 persen dibandingkan Januari 2026, namun masih tumbuh 12,28 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Februari 2026 tercatat sebanyak 1.121 perjalanan. Jumlah ini mengalami penurunan cukup dalam, yakni 40,53 persen secara bulanan dan turun 30,29 persen secara tahunan.

Agus menambahkan bahwa fluktuasi pada wisatawan domestik dan nasional merupakan hal yang wajar, dipengaruhi faktor musiman serta pola perjalanan masyarakat.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Sulawesi Utara masih memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan mancanegara, meskipun pergerakan wisatawan domestik dan nasional mengalami dinamika,” pungkasnya. (nando)