MANADO – Penyusunan Proyeksi Neraca Pangan Wilayah menjadi materi utama dalam Capacity Building Neraca Pangan Strategis Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulut di Manado, Selasa (4/8/2026).

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Tim Pengelolaan Ketersediaan Pangan Direktorat Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Tri Aris Indrayanto, yang membahas konsep dan manfaat neraca pangan, mekanisme pelaporan, teknis penghitungan, hingga pemanfaatannya dalam pengawasan ketersediaan pangan.

Tri Aris menjelaskan bahwa neraca pangan berperan sebagai early warning system untuk mengidentifikasi potensi kekurangan maupun surplus pasokan, mengantisipasi gejolak harga, serta menentukan kebutuhan intervensi pemerintah secara lebih tepat.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama 14 dari 15 pemerintah kabupaten/kota telah menyusun Proyeksi Neraca Pangan, meski pemutakhiran data secara rutin bulanan serta penguatan koordinasi tim lintas perangkat daerah dinilai masih perlu terus ditingkatkan.

Dalam paparannya, ia juga menyinggung Sistem Informasi Ketersediaan Pangan (SIKAP) sebagai sarana pelaporan dan pemantauan data pelaku usaha serta stok pangan untuk mendukung tersedianya informasi yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Utara, Norma Olga Frida Rega, memaparkan dukungan data statistik dalam penyusunan Neraca Pangan Strategis.

Ia menyampaikan kondisi Sulawesi Utara secara lebih rinci hingga tingkat kabupaten/kota.

Antara lain melalui data produksi padi dan jagung, perkembangan inflasi pangan, serta indikator ketahanan pangan berupa Prevalence of Undernourishment (PoU) dan Food Insecurity Experience Scale (FIES).

Menurut Norma, dukungan data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat perbedaan kapasitas produksi, tingkat kecukupan pangan, tekanan harga, dan kerentanan pangan antarwilayah, sehingga dapat menjadi dasar dalam penetapan kebijakan pangan yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan turut dihadiri Tim Ahli Gubernur untuk Misi 5 Bidang Peningkatan Ketahanan Pangan, Energi, dan Air yang Merata dan Berkelanjutan, Dr. Ir. Adolf Lucky Longdong dan Ir. Johan Victor Malonda.

Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama seluruh dinas ketahanan pangan untuk memperkuat penyusunan dan pemutakhiran Neraca Pangan Daerah. (nando/*)