MANADO – PT Pegadaian Kantor Wilayah V Manado ikut hadir dalam Media Update Triwulan III Tahun 2026 terkait Diseminasi Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 Sulawesi Utara.
Kegiatan ini digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo pada Rabu (19/8/2026), di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara.
Kehadiran Pegadaian Kanwil V Manado dalam kegiatan kali ini merupakan undangan dari OJK terhadap industri jasa keuangan di Bumi Nyiur Melambai.
Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andy Novriza hadir mewakili Pemimpin Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah V Manado, Maksum.
Hadirnya Pegadaian merupakan bagian dari dukungan Pegadaian terhadap upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Utara. diwakili oleh
Forum ini menjadi ruang bagi pelaku industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan untuk memahami perkembangan kondisi literasi serta inklusi keuangan masyarakat berdasarkan hasil SNLIK 2026.
Bagi Pegadaian, peningkatan literasi keuangan memiliki keterkaitan erat dengan upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan keuangan secara bijak.
“Edukasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, biaya, serta karakteristik dari produk yang digunakan,” ucapnya.
Dalam konteks tersebut, Pegadaian terus mengambil bagian dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal melalui berbagai produk dan layanan.
Mulai dari layanan gadai dan pembiayaan hingga produk investasi emas, Pegadaian berupaya menyediakan pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat.
Peningkatan inklusi keuangan, menurut perspektif industri jasa keuangan, juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi.
Masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu menentukan pilihan finansial secara tepat, termasuk dalam mengelola pendapatan, memanfaatkan pembiayaan, maupun memilih instrumen investasi sesuai tujuan dan kemampuan masing-masing.
Adapun kehadiran Pegadaian juga menjadi bagian dari sinergi antara lembaga jasa keuangan dengan OJK dan BPS dalam mendorong pemanfaatan data SNLIK sebagai dasar penguatan program literasi dan inklusi keuangan.
Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program edukasi dan akses layanan keuangan dapat semakin tepat sasaran sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat di daerah.
Sinergi antara regulator, pemerintah, BPS, dan industri jasa keuangan diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan. (nando)

