MANADO – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Manado.
Hal tersebut disampaikan Andrei Angouw saat menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemerintah Kota Manado, para camat dan lurah se-Kota Manado serta puluhan agen Perisai.
Andrei mengatakan, kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk perlindungan yang penting bagi masyarakat, khususnya pekerja dan keluarga yang menggantungkan kehidupan pada penghasilan seorang pencari nafkah.
Menurutnya, risiko seperti kecelakaan kerja, cacat, masa perawatan maupun kematian dapat berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga apabila pencari nafkah tidak lagi mampu bekerja atau menghasilkan pendapatan.
“Kalau penghasil dalam keluarga itu kalau dia kecelakaan lalu cacat dan atau dia dalam masa perawatan, dia tidak bisa menghasilkan atau dia meninggal, itu langsung runtuh kesejahteraan keluarga itu,” ujar Andrei.
Ia menjelaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki prinsip yang serupa dengan perlindungan kesehatan.
Ketika risiko kesehatan tidak lagi sepenuhnya membebani keuangan keluarga karena adanya BPJS Kesehatan, maka perlindungan ketenagakerjaan juga diharapkan dapat mencegah risiko akibat kecelakaan kerja atau kehilangan pencari nafkah mengguncang kesejahteraan keluarga.
“Ini program perlindungan untuk menghindari itu, untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Ini prinsip dasar,” katanya.
Andrei menilai, pemerintah memiliki kepentingan besar dalam memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan karena perlindungan tersebut pada akhirnya berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan keagenan Perisai yang melibatkan pemerintah kelurahan.
Menurutnya, keberadaan agen di tingkat kelurahan dapat membantu mendekatkan informasi dan akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Andrei meminta para lurah dan agen Perisai memahami pentingnya program tersebut sehingga dapat lebih aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Lurah-lurah juga kasih tahu. Lurah-lurah juga mengerti ini, lebih semangat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perluasan kepesertaan bukan hanya mengenai jumlah peserta, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam konteks itu, Andrei mendorong seluruh unsur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk bersama-sama mendukung upaya perluasan cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Manado.
“Ini semangat kenapa kita mau terlibat sama-sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas coverage yang masuk di sini,” tuturnya.
Andrei berharap kolaborasi Pemerintah Kota Manado dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga semakin banyak masyarakat Kota Manado memiliki jaring pengaman ketika menghadapi risiko dalam pekerjaannya.
Dengan demikian, program jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga menjaga keberlangsungan kesejahteraan keluarga dan masyarakat Kota Manado secara keseluruhan. (nando/*)

