Karena itu, investasi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga nilai kekayaan sekaligus mempersiapkan kondisi finansial di masa mendatang.

Dari beragam instrumen investasi yang tersedia, Tribuana menyebut emas sebagai salah satu pilihan yang relatif mudah dijangkau mahasiswa dan pelajar. Investasi emas, misalnya melalui Tabungan Emas, dapat dimulai dengan setoran awal Rp10.000.

Menurutnya, emas memiliki sejumlah keunggulan, antara lain sebagai aset safe haven, instrumen lindung nilai, serta memiliki likuiditas yang tinggi sehingga relatif mudah dicairkan ketika dibutuhkan.

Ia juga menyoroti perkembangan harga emas dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan tren peningkatan.

“Tahun 2020 harga emas masih sekitar Rp1 jutaan. Menjelang akhir 2025 sudah mencapai Rp3 juta. Dalam lima tahun terjadi kenaikan sekitar 226 persen,” ungkapnya.

Seiring perkembangan teknologi, akses terhadap investasi emas kini semakin mudah. Melalui aplikasi Tring! milik Pegadaian, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan berbasis emas dalam satu platform.

Layanan tersebut antara lain pembelian emas melalui Cicil Emas, Tabungan Emas dengan nominal setoran yang fleksibel, hingga Deposito Emas.

Tribuana menjelaskan, saldo Tabungan Emas juga dapat dikonversi menjadi Deposito Emas yang memberikan imbal hasil sebesar 1 persen per tahun dalam bentuk gramasi emas yang dibayarkan setiap bulan.

Tidak hanya untuk investasi, saldo emas juga dapat dimanfaatkan ketika masyarakat membutuhkan dana dalam waktu cepat.

“Misalnya membutuhkan dana untuk membayar UKT, saldo Tabungan Emas bisa digadaikan dan dana langsung masuk ke rekening. Semudah itu,” katanya.