MANADO – Ketersediaan data ekonomi yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembangunan.
Melalui sensus dan survei, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai aktivitas ekonomi sekaligus memetakan potensi dan kekuatan ekonomi di suatu daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, S.Si., M.S.E., saat memberikan pemaparan di Aula Kantor BPS Sulawesi Utara, Selasa (30/9/2026).
Menurut Watekhi, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menghimpun informasi mengenai berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari kegiatan usaha hingga aktivitas ekonomi yang dilakukan keluarga.
Data tersebut nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan karakteristik perekonomian daerah.
“Tidak mudah mendata. Di luar negeri mungkin lebih mudah mendata, namun di Indonesia masih membutuhkan tenaga dan fasilitas yang memadai untuk melakukan penyisiran di lapangan,” ujar Watekhi.
Ia mengatakan, kebutuhan terhadap data ekonomi tidak hanya berasal dari pemerintah. Dunia usaha juga membutuhkan informasi yang akurat untuk memahami kondisi pasar, produksi hingga rantai pasok komoditas.
Salah satu sektor yang dapat memperoleh manfaat dari ketersediaan data tersebut adalah komoditas kelapa, yang menjadi salah satu hasil bumi penting di Sulawesi Utara.
Bagi pemerintah, data hasil sensus dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan serta menentukan sektor yang menjadi prioritas.
Sementara bagi pelaku usaha, data tersebut dapat membantu melihat kondisi persaingan dan perkembangan pasar.
Investor juga dapat memanfaatkan informasi ekonomi untuk melihat konsentrasi usaha, rantai pasok, peluang investasi, potensi usaha hingga kemungkinan penciptaan lapangan kerja.
“Jangkauan krisis ekonomi juga perlu diketahui. Sensus ekonomi sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk perencanaan, menentukan sektor prioritas, sementara dunia usaha dapat melihat persaingan pasar,” jelasnya.

