Data Sensus Tidak Buka Identitas Pelaku Usaha

Dalam pemaparannya, Watekhi juga menegaskan bahwa data hasil sensus tidak dipublikasikan dengan mencantumkan identitas individu maupun pelaku usaha secara langsung.

“Data sensus ekonomi tidak dikeluarkan by name by address. Kami memiliki kode etik dalam menyampaikan data,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kerahasiaan informasi merupakan bagian penting dalam kegiatan statistik.

Data yang dikumpulkan BPS tidak serta-merta digunakan untuk membuka identitas atau menggambarkan kekayaan seseorang maupun suatu badan usaha.

Watekhi turut menjelaskan mengenai penggunaan istilah desil yang selama ini kerap dikaitkan dengan hasil sensus ekonomi.

Menurutnya, data desil bukan secara langsung merupakan hasil dari Sensus Ekonomi. Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang digunakan pemerintah antara lain untuk mendukung penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Desil belum tentu itu hasil dari sensus ekonomi. Desil itu kami dapatkan dari DTSEN, guna membantu pemerintah memberikan bantuan sosial tepat sasaran,” ucapnya.

“Data yang BPS kumpulkan dan beberapa dinas terkait digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat,” sebut Watekhi.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki sejumlah jalur untuk melakukan pembaruan data, di antaranya melalui program PKH, pemerintah desa, musyawarah desa serta mekanisme lain yang tersedia.