Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan fondasi untuk terus memperkuat ekonomi dan keuangan syariah nasional.
“Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital,” ujarnya.
ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dengan melibatkan mitra ekonomi dan keuangan syariah domestik maupun internasional serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Terdapat lebih dari 100 kegiatan luring dan daring yang mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir.
Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan tiga kebaruan, yakni kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, pemanfaatan teknologi digital immersive, serta perluasan partisipasi lintas generasi dan negara.
Untuk menjangkau generasi muda, ISEF menghadirkan kompetisi Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island di platform Roblox.
Inisiatif tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah melalui ruang digital yang dekat dengan generasi muda.
Melalui sinergi pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan pelaku usaha, ISEF 2026 diharapkan memperkuat rantai nilai halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial syariah, serta memperluas inklusi melalui transformasi digital demi mewujudkan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global. (nando/*)
