MANADO – Kinerja ekspor Sulawesi Utara pada April 2026 mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Nilai ekspor bulan April 2026 mencapai US$ 108,39 juta, naik 23,11 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan April 2025 yang sebesar US$ 88,05 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi, mengungkapkan hal tersebut dalam rilis resmi pada Selasa (2/6/2026).
“Secara kumulatif, total ekspor Januari hingga April 2026 mencapai US$ 411,28 juta, meningkat 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$ 368,91 juta,” ujar Watekhi.
Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewani/nabati (HS-15) mendominasi ekspor dengan nilai kumulatif Januari–April 2026 sebesar US$ 297,96 juta, tumbuh 12,43 persen, dan menguasai pangsa 72,45 persen dari total ekspor Sulawesi Utara.
Komoditas olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska (HS-16) mencatat lonjakan paling tajam yakni 42,09 persen menjadi US$ 29,19 juta dengan pangsa 7,10 persen.
Sementara itu, komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS-03) mengalami penurunan 6,86 persen menjadi US$ 26,68 juta dengan pangsa 6,49 persen.
Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan nilai ekspor US$ 87,15 juta pada Januari–April 2026.
Komoditas utama yang dikirim ke AS adalah lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$ 67,06 juta dengan pangsa 76,96 persen.
Tiongkok berada di posisi kedua dengan nilai US$ 79,34 juta, diikuti Filipina US$ 67,10 juta, Belanda US$ 63,53 juta, dan Korea Selatan US$ 28,57 juta.
Watekhi menyebut kinerja ekspor Sulawesi Utara sepanjang awal 2026 menunjukkan tren yang positif dan menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan daerah. (nando)


Tinggalkan Balasan