SINDOMANADO — Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) waktu itu, Suharti, melantik Prof Oktovian Berty Alexander Sompie menjadi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada tanggal 21 Desember 2026 di Kantor Kemendiksaintek di Jakarta. Artinya, belum genap empat tahun, Kementrian menghentikan masa jabatan Prof Sompie sebagai Rektor Unsrat.
Perubahan mendadak di jajaran pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengejutkan dunia pendidikan tinggi Sulut, dan menjadi sorotan publik akademis. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), yaitu Prof. Brian Yuliarto menunjuk Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof.Jamaluddin Jompa, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat, melalui Surat Perintah Menteri Nomor 18922/M/KPT.KP/2026, terhitung mulai Tanggal 05 Agustus 2026 Pukul 00.00 WITA.
Saat ini, Prof. Jamaluddin Jompa masih aktif menjabat Rektor Unhas periode 2026–2030. Pakar ilmu kelautan bereputasi internasional tersebut kini memikul amanah untuk memimpin dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka sekaligus di Sulawesi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rektorat Unsrat belum merilis pernyataan resmi terkait alasan mendasar dibalik pergantian pucuk pimpinan ini. Pihak kampus juga belum membeberkan jadwal rinci terkait proses serah terima jabatan (sertijab) maupun mekanisme transisi kepemimpinan ke depannya.
Di sisi lain, civitas akademika dan masyarakat luas terus menantikan kejelasan terkait masa jabatan Plt Rektor Unsrat ini. Mereka juga berharap Prof Jamaluddin Jompa dapat segera merumuskan langkah strategis dan agenda prioritas demi menjaga iklim akademik serta akreditai institusi di Universitas Sam Ratulangi. (Izaa)

