MANADO – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga 30 Juni 2026, jumlah merchant dan pengguna QRIS di daerah ini telah mencapai ratusan ribu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan perkembangan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, dan masyarakat dalam memperluas ekosistem pembayaran digital.

“Perkembangan QRIS yang signifikan ini tentunya tidak terlepas dari sinergi bersama antara Bank Indonesia, perbankan bersama masyarakat,” kata Joko saat malam puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) Sulut 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Kuliner Kemerdekaan di Manado, Senin (17/8/2026).

Ia mengungkapkan, per 30 Juni 2026 Sulawesi Utara telah memiliki 387.182 merchant QRIS dan 597.907 pengguna QRIS.

Pertumbuhan juga terlihat dari aktivitas transaksi. Sepanjang Semester I 2026, volume transaksi QRIS di Sulawesi Utara mencapai 36,44 juta transaksi dengan nilai Rp3,85 triliun.

“Volume transaksi QRIS telah mencapai 36,44 juta transaksi dengan nilai Rp3,85 triliun, masing-masing tumbuh sebesar 34,10 persen dan 30,95 persen secara year-on-year,” ujarnya.

Menurut Joko, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital berbasis QRIS.

Perkembangan ekosistem QRIS juga menjadi bagian penting dalam mendorong transaksi ekonomi yang lebih cepat, mudah dan inklusif, sekaligus mendukung digitalisasi aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Utara.

Karena itu, BI Sulut terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar penggunaan QRIS tidak hanya meningkat dari sisi jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Ke depan, kami berharap keberhasilan perluasan QRIS juga dapat tercermin dari manfaat yang dirasakan oleh pelaku usaha, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat,” kata Joko. (nando/*)