MANADO – Rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Sulawesi Utara 2026 yang berlangsung sejak 11 Agustus hingga malam puncak pada Senin (17/8/2026), mencatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap transaksi pembayaran digital yang digaungkan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara melalui rangkaian PQN 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan PQN 2026 diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, perbankan, pemerintah daerah, hingga mitra strategis.

“Selama sepekan, kami bersama mitra kerja strategis menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan akseptasi masyarakat terhadap digitalisasi sistem keuangan,” kata Joko dalam malam puncak PQN Sulut 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Kuliner Kemerdekaan di Manado, Senin (17/8/2026).

Berbagai kegiatan tersebut mencakup sosialisasi dan edukasi literasi QRIS melalui Tournament of Flowers di Tomohon, talk show transaksi digital dalam Urban Digifest, serta sosialisasi pada Festival Kuliner Kemerdekaan.

Selain edukasi, BI Sulut juga menghadirkan pengalaman penggunaan QRIS Antarnegara dan QRIS TAP dalam UMKM Expo pada Tomohon International Flower Festival.

QRIS QUEST dengan konsep gamifikasi turut digelar dalam Urban Digifest. Sementara itu, penggunaan QRIS juga diperkenalkan dalam ajang pemilihan Remaja Kreatif GPdI.

Dari sisi digitalisasi transaksi pemerintah daerah, BI Sulut turut mendorong pemanfaatan QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Bitung serta mendukung pemberian insentif pembayaran pajak secara nontunai di Kabupaten Minahasa Utara.

Joko mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sepanjang rangkaian kegiatan PQN ini kami mencatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS,” ujarnya.

Ia menilai capaian tersebut sejalan dengan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi di Sulampua dengan tingkat adopsi digital yang tinggi.

Joko berharap momentum PQN tidak berhenti pada rangkaian kegiatan selama sepekan, tetapi dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.