SINDOMANADO.COM, JAKARTA- Sejumlah putra daerah Sulut kembali menunjukkan bahwa kompetensi dan kecerdasan mampu membuka jalan hingga ke pusat kekuasaan di Jakarta. Salah satunya adalah Wilmar Tumimbang, S.H., S.I.P., M.H., pria kelahiran Bantane, Kabupaten Kepulauan Talaud, 10 Maret 1981. Wilmar kini menduduki posisi strategis, sebagai Kepala Sub Direktorat Keterbukaan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kawasan Permukiman, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia.
Perjalanan karier Wilmar tidak datang secara instan. Ia merintis kariernya dari daerah, kemudian secara bertahap membuktikan kapasitasnya hingga menembus struktur pemerintahan pusat. Oleh karena itu, Wilmar merupakan bukti nyata bahwa putra daerah mampu bersaing setara dengan talenta-talenta terbaik dari berbagai penjuru Indonesia, asalkan dibekali kecerdasan, integritas, dan etos kerja yang konsisten.
Meniti Karier dari Kejaksaan Daerah
Wilmar mengawali kariernya di dunia hukum sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada tahun 2004. Selanjutnya, pada 2006, ia dipercaya menjabat Kepala Sub Seksi Ekonomi dan Moneter pada Asisten Intelijen Kejati Sulut — sebuah posisi yang menuntut ketelitian tinggi dalam menganalisis persoalan ekonomi yang bersinggungan dengan hukum.
Tak berhenti di situ, Wilmar terus mengasah kompetensinya sebagai Jaksa Fungsional. Ia bertugas di Kejaksaan Negeri Tahuna pada 2008, lalu kembali ke Kejati Sulut pada 2010. Dengan demikian, dalam rentang enam tahun pertama kariernya, ia sudah mengumpulkan pengalaman lintas fungsi yang membentuk fondasi profesionalismenya sebagai penegak hukum.
Kariernya kemudian terus menanjak. Pada 2011, ia menjabat Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Amurang. Berikutnya, ia dipercaya memimpin Seksi Pidana Umum di dua wilayah berbeda. Tahun 2013 di Kejaksaan Negeri Mamuju Utara dan Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara pada 2015. Perpindahan tugas lintas provinsi ini menunjukkan kapasitas Wilmar untuk menyelesaikan persoalan hukum di berbagai daerah di Indonesia.
Menembus Kejaksaan Agung RI
Titik penting dalam kariernya terjadi pada 2016, ketika Wilmar bergabung dalam Satuan Tugas Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) di bawah Jaksa Agung Muda Intelijen. Selanjutnya, pada 2018, ia dipercaya menjabat Kepala Seksi Keuangan Negara dan Penelusuran Aset pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI — posisi yang menempatkannya langsung di jantung institusi penegakan hukum tertinggi di Indonesia.
Tak hanya sampai di situ, Wilmar juga pernah menjabat sebagai Pemeriksa pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI. Kariernya berlanjut ke ranah pemerintahan pusat lainnya. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Kepala Sub Direktorat Keterbukaan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kawasan Permukiman di Kementerian PKP RI. Posisi yang menegaskan kepercayaan negara terhadap rekam jejak dan kapasitasnya.
Simbol Peluang bagi Putra Daerah
Perjalanan Wilmar mencerminkan pesan penting: kesempatan di tingkat nasional selalu terbuka bagi putra daerah. Dengan latar belakang pendidikan hukum dan ilmu pemerintahan, ia membuktikan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk menembus level nasional.
Dalam kehidupan pribadinya, Wilmar didampingi sang istri, Wulan Beslar, yang juga berprofesi sebagai Jaksa, Mereka memiliki seorang putri, Amazing Tumimbang. Kisah Wilmar sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Kawanua lainnya bahwa peluang berkarier hingga ke pusat pemerintahan bukanlah hal mustahil. Namun demikian, peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang benar-benar memiliki dedikasi, dan kapasitas untuk bersaing di panggung nasional.
Iman sebagai Fondasi Perjalanan
Di balik deretan pencapaian kariernya, Wilmar dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Tuhan. Bersama keluarga, mereka aktif melayani di gereja, menjadikan kehidupan iman bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup mereka. Baginya, setiap jenjang karier yang telah dilalui tidak lepas dari peran Tuhan sebagai penuntun utama.
“Semua pencapaian ini bukan semata usaha saya sendiri. Tuhan yang menuntun setiap langkah hingga Jakarta. Perjalanan ini kami jalani sekeluarga bersama Tuhan. Keberadaan istri dan anak saya adalah pengingat bahwa jabatan hanyalah amanah, dan iman adalah fondasi yang tidak boleh goyah.”, kata Wilmar.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa di tengah kesibukan mengemban amanah negara, keluarga ini tetap menempatkan Tuhan sebagai pegangan utama. (red)

