Produksi Jagung Bisa Tembus 500 Ribu Ton

oleh -

 

BOLMONG  – Produksi jagung di Bolaang Mongondow (Bolmong) pada 2017 ini bisa mencapai dua kali lipat dari produksi tahun lalu. Menurut Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bolmong Taufik Mokoginta, jika pada 2016 lalu total produksi jagung di Bolmong sebanyak 250 ribu ton, maka melihat kondisi hingga akhir tahun ini di mana masih banyak wilayah di Bolmong yang akan melakukan panen, maka produksi bisa naik dua kali lipat menjadi 500 ribu ton. Dia menjelaskan, naiknya produksi jagung pada tahun karena berbagai upaya yang dilakukan termasuk terus mengawasi bantuan yang diberikan kepada kelompok tani. “Untuk saat ini ada 800 kelompok tani binaan yang kita dampingi. Mulai dari penanaman, hingga pemeliharaan,” kata Taufik usai panen jagung bersama di Desa Lolayan bersama Komandan Kodim (Dandim) 1303 Bolmong, Rabu (27/12).

Ia menjelaskan, ada beberapa kawasan yang ditanam varietas jagung hibrida yang diujicoba dengan lima varietas di antaranya adalah yang jenis unggulan. Kelima varietas unggulan itu menurut dia mampu menghasilkan produktivitas paling rendah 8 ton dan yang tertinggi mencapai 12,71 ton per-hektare (Ha). “Kawasan ini sebagai upaya kami untuk memberikan contoh nyata bagi petani lainnya. Sebuah persembahan dari Bolmong untuk Indonesia, jika budidaya jagung dilakukan secara modern, hasilnya ternyata luar biasa. Semoga kawasan ini bisa menjadi model percontohan bagi petani lainnya,” ujarnya.

Taufik mengatakan, Pemkab Bolmong akan membuka diri bagi petani lainnya di Indonesia untuk belajar di kawasan tersebut dengan menjadikannya sebuah kawasan percontohan nasional. “Tahun depan kawasan percontohan serupa akan diperluas lagi,” katanya.

Taufik juga menepis kekhawatiran petani akan sulit menjual jagungnya ketika produksinya nanti melimpah. Sebab, untuk pasar sendiri di Sulawesi Utara (Sulut) sangat banyak. Petani tinggal memilih mana harga yang paling cocok. “Dukungan dari Pemkab Bolmong terus diberikan untuk mendorong petani di wilayah ini menggunakan teknologi pertanian terkini juga bisa menjadi contoh positif pengembangan jagung sebagai salah satu cara mencapai swasembada nasional,” ujarnya. (yokman muhaling)