Manado Fiesta Momentum Emas Promosi Wisata

oleh -
Suasana diskusi Mingguan KORAN SINDO MANADO yang turut dihadiri Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Manado, KORAN SINDO MANADO, Rabu (29/8/2018). (FOTO: Marcos Budiman)

MANADO — Gebrakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menghadirkan iven bertaraf internasional bertajuk Manado Fiesta (MF) menuai apresiasi dari stakeholder pariwisata. Hal ini terungkap dalam Forum Mingguan (FM) KORAN SINDO MANADO di Hotel Aryaduta, Rabu (29/8/2018)

Ketua Satgas Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Dino Gobel mengatakan, gelaran perdana MF pada tahun lalu menjadi surprise (kejutan) luar biasa bagi pelaku usaha pariwisata. Pasalnya, iven tersebut dianggap berhasil menjadi wadah promosi potensi pariwisata Sulut pada umumnya.

“Di tahun kedua ini, MF menjadi kekayaan tersendiri bagi Bumi Nyiur Melambai. Alasannya, bukan hanya Kota Manado yang kian dikenal di seantero nusantara hingga internasional, tapi juga Sulut. Sebagai pintu gerbang di Asia Pasifik, Pemkot Manado memberi wajah baru sektor pariwisata yang tidak hanya mengandalkan potensi keindahan alam, tapi sudah dikolaborasikan dengan atraksi-atraksi yang kaya akan budaya dan kesenian lokal,” beber Gobel

Sementara itu, Wali Kota Vicky Lumentut yang membuka FM kemarin menjelaskan, iven MF bertujuan untuk menegaskan eksistensi Kota Manado sebagai daerah paling toleran.

“Meski dihuni berbagai suku, agama dan latar belakang warga yang berbeda-beda, namun disatukan dalam iven yang melibatkan partisipasi masyarakat luas. Kita ingin mendeklarasikan Manado sebagai rumah besar kita bersama. Semua orang diterima dengan baik dan dianggap sama kedudukannya di kota ini,” jelas Lumentut.

Orang nomor satu di Manado itu menyebut, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) kepemimpinannya dengan Wakil Wali Kota Mor Bastiaan, salah satu program prioritas adalah ekowisata.

“Visi pemerintah menjadikan Manado kota pariwisata dunia, salah satunya dengan menghadirkan iven pariwisata yang mendongkrak ekonomi kerakyatan. Diharapkan, semua stakeholder masyarakat bisa menikmati dan mendapat keuntungan dari iven ini,” ungkap Lumentut.

Lanjut dia, menyokong program pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang menggenjot kunjungan wisatawan, diharapkan MF dapat menjadi lokomotif utama untuk mewujudkan target tersebut.

“Tentunya selain promosi pariwisata, kami menggelar sejumlah kegiatan bertaraf internasional. Yang nantinya akan dikaji mana yang lebih spektakuler untuk dijadikan iven tahunan perlombaan internasional di Kota Manado. Sejauh ini, baru perlombaan paduan suara internasional, kejuaraan paragliding serta sepeda Tour di Manado,” papar Lumentut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Lenda Pelealu.

Ketua Manado Tourism Board (MTB) Grace Tielman mengaku, dipastikan pengunjung MF kali ini lebih banyak dari sebelumnya.

“Dari promosi yang kami lakukan di berbagai daerah hingga luar negeri sudah beberapa komunitas yang memastikan diri hadir. Perkumpulan warga kawanua di berbagai daerah sudah berdatangan. Sementara
dari luar negeri, ada dari Belanda, Korea Selatan, Serbia, serta sejumlah negara tetangga lainnya,” sebut Grace.

Direksi Megamas Manado Amelia Tungka menyatakan, pihaknya sudah sangat siap menggelar iven ini.

“MF 2018 dipusatkan di Kawasan Megamas. Semua persiapan sudah berlangsung dengan baik dan kami sudah sangat siap menyambut para tamu lokal maupun mancanegara,” ungkap Amelia.

Windy Hasparani, perwakilan UMKM mengatakan, Manado Fiesta 2018 tentunya menjadi wadah untuk lebih dalam mempromosikan potensi-potensi daerah yang ada.

“Nah, ini menjadi kesempatan yang tentu mesti dipersiapkan dengan sebaik mungkin untuk menyambut tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Sulut terlebih Manado yang menggagas kegiatan ini,” kata Windy, kemarin.

Dia menyebut, salah satu hal yang mesti diperhatikan pemerintah yakni dapat memfasilitasi UMKM dalam berkontribusi bagi setiap iven di Sulut, agar dapat ikut menikmati keuntungan dari dampak sektor pariwisata tersebut.

“Momentum iven pariwisata seperti Manado Fiesta juga ikut menjual keunikan atau potensi kreatifitas daerah sendiri,” ucapnya.

Sementara, Ketua IHGMA Sulut-Go I Putu Anom Dharmaya menyebut, Manado Fiesta 2018 akan menjadi pelopor untuk mengeksplorasi potensi-potensi pariwisata yang akan dijual ke khalayak ramai.

“Kota Manado punya berbagai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Yakni potensi pariwisata melimpah. Sektor kuliner sangat kaya serta people power orang Manado tiada bandingnya seantero nusantara. Ini saja yang dimaksimalkan, maka Manado dan Sulawesi Utara akan menyaingi daerah-daerah lain yang pariwisatanya telah lebih dulu maju,” jamin Putu seraya menambahkan okupansi hotel menunjukan peningkatan signifikan jelang Manado Fiesta.

Kepala Cabang Utama JNE Manado Julianus Barthen mengapresiasi iven yang memberi dampak signifikan bagi ekonomi daerah. Meski begitu, dia menyoroti kesiapan stakeholder terkait untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Di sini, semua stakeholder wajib bekerja sama untuk memajukan pariwisata daerah. Yang harus menjadi perhatian adalah jasa penerbangan. Dimana, sering terjadi kenaikan harga tiket gila-gilaan jika ada iven di daerah-daerah. Takutnya, transportasi yang mahal akan menyurutkan niat wisatawan mengunjungi Manado,” imbuhnya.

Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulut, MHA Ridwan menilai, program pengembangan sektor pariwisata di Sulut patut diapresiasi. Menurutnya, pihak BI sendiri berkomitmen untuk bisa menunjang bersama terwujudnya daerah Tourism HUB Port, karena efek pariwisata realitanya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Iven Manado Fiesta ini tentu akan berdampak pada meningkatkan perputaran uang di Manado dan sekitarnya. Apalagi kunjungan tamu dan wisatawan yang diprediksi meningkat, ini juga akan berefek ke sektor jasa dan sektor lainnya,” terang Ridwan.

Ketua Kompipar Sulut Raymond Frans menerang kan, untuk pengembangan pariwisata dibutuhkan peran semua stakeholder.

“Membangun pariwisata itu tidak sekejap. Harus dibutuhkan konsistensi dan peran semua pihak. Langkah-langkah daerah menggelar iven pariwisata merupakan terobosan positif. Yang diharapkan, akan menjadi pelecut pemerintah provinsi mengadakan agenda pariwisata yang lebih global,” harapnya.

Sekadar diketahui, jajaran kepolisian menjamin keamanan selama berlangsungnya Manado Fiesta 2018. “Pak Kapolres sudah menginstruksikan agar patrol rayon diintensifkan untuk memberi keamanan dan kenyaman bagi warga dan pengunjung selama gelaran Manado Fiesta. Selain itu, di sejumlah titik telah disiagakan anggota kepolisian,” pungkas Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roy Sahelangi.

(KORAN SINDO MANADO/kimgerry/rivco)