Ody Mulyana Hidayat selaku produser eksekutif mengatakan, baginya film Sam Ratulangi sangat tertantang.
“Saya melihat saat ini cerita pahlawan banyak yang diangkat. Kenapa Sam Ratulangi tidak diangkat. ini perpaduan edukasi dan entertain. penulis ke arah milenial, ini yang menarik,” sebutnya.
Pihaknya pun meminta bantuan semua pihak agar dapat menyempurnakan film tersebut.
“Perlu data supaya pesan yang disampaikan lewat film dapat ditonjolkan. Contohnya dengan ilmunya dapat melawan penjajahan bukan melawan dengan senjata api,” ucapnya.
Konferensi pers rencana pembuatan film Sam Ratulangi mendapatkan respon positif dari semua elemen masyarakat.
Seperti diungkapkan oleh tokoh masyarakat Adolf Sinolungan. Dia mengatakan dengan menyebutkan nama Sam Ratulangi tersirat makna teladan. Dia pun berharap rencana pembuatan film tersebut lebih menonjolkan ide pendidikan yang harus jadi teladan.
“Kita tau bersama Sam Ratulangi yang pertama kali yang menyatakan ide nama indonesia di masa penjajahan Belanda. Dia tidak takut pada masa tersebut,” ucapnya.
Bahkan kata Sinolungan, Presiden Soekarno memberikan kesaksian bahwa Sam Ratulangi adalah salah satu pendiri bangsa indonesia. “Sikap Sam Ratulangi ini kalau bisa dapat ditonjolkan dalam film tersebut. Banyak referensi yang diangkat, seperti kenapa dia pilih istri pertamanya berasal dari Belanda. Tentunya ini menarik supaya dia dibawa ke Belanda dan mendapatkan pendidikan, serta cerita mengenai Gubernur pertama sulawesi,” tandasnya. (fernando kembuan)


Tinggalkan Balasan