Wagub Sulut Serahkan Santunan Kematian Pekerja Lintas Agama

oleh -
Wagub Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw saat menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Tavif Watuseke, sebesar Rp24 juta. Istimewa.

MANADO—Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw menyerahkan santunan Pekerja Lintas Agama kepada ahli waris almarhum Tavif Watuseke, sebesar Rp24 juta.

Sebagaiana diketahui, Pemerintah Provinsi Sulut memberikan jaminan bagi semua pekerja lintas agama di Sulut lewat program BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya Jaminan Kematian (JKM).

Steven memberikan santunan tersebut saat menghadiri  Ibadah pemakaman duka Keluarga Watuseke-Polii atas meninggalnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten (Mitra) Alm  Tavif Watuseke, di Desa Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara.  Rabu, 6/2/2019.

“Santunan duka  dari BPJS  ketenagakerjaan adalah program dari Pemprov Sulut untuk keluarga sebesar Rp24 juta. Santunan ini berlaku untuk semua pelayanan yang meninggal dunia,” ujar Steven, Rabu, 6/2/2019.

Kepala BPJS-TK Cabang Manado Tri Candra Kartika melalui Kepala Bidang Pemasaran Adisafah Curmacosasi mengatakan, Sesuai PP Nomor 44 tahun 2015 program JKM diperuntukkan bagi ahli waris pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

“JKM diperlukan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman dan uang santunan,” ujarnya.

Adapun peserta yang termasuk pekerja lintas agama yang dilindungi yaitu di pendeta, pastur, ustad, imam, pandita, guru agama, pelayan khusus, marbot, kostor, dan sebutan lainnya.

Pekerja tersebut tersebar di enam agama, yakni Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Hindu, Buddha dan Konghucu. Pekerja lintas agama itu akan ikut program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja.

Adisafah mengatakan, per 31 desember 2018  Pemprov Sulut sudah melindungi 60.229 Pekerja Sosial Keagamaan yang dilindungi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Semua iuran pekerja sosial tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

Meskipun demikian, kata dia, pihaknya bersama tetapi pihaknya bersama Dinas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut tetap melakukan pendataan dan sosialisasi di berbagai golongan agama. (stenly sajow)