MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, mendorong generasi muda untuk membangun budaya menabung dan memiliki pemahaman keuangan yang baik sejak dini.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi se-Sulawesi Utara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Dalam arahannya, Yulius menekankan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan menyisihkan sebagian uang, tetapi juga merupakan bagian dari proses membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Yulius.

Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.

Karena itu, pembentukan kebiasaan positif sejak usia sekolah perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan.

Yulius juga menyampaikan tiga hal yang harus terus dijaga untuk memastikan masa depan anak-anak Sulawesi Utara, yakni kasih sayang, perlindungan, dan masa depan.

Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk terus berani bermimpi serta mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencapai cita-cita.

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulut juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus mendukung generasi muda melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan dan berbagai pihak terkait.

“Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan capaian literasi dan inklusi keuangan Sulawesi Utara yang telah berada di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan Sulut mencapai 69,98 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 94,37 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang masing-masing berada di 65,43 persen dan 75,02 persen.

Meski demikian, peningkatan literasi keuangan tetap menjadi perhatian. Tingginya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta cara menggunakan layanan keuangan secara bijak.

Puncak HIM dan BLK 2026 turut dihadiri Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulut, pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut, serta jajaran pimpinan industri jasa keuangan di Sulawesi Utara.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong sinergi antara pemerintah, OJK, perbankan, dan industri jasa keuangan untuk terus memperluas edukasi keuangan.

Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi muda Sulut yang tidak hanya memiliki cita-cita tinggi, tetapi juga disiplin dan cerdas dalam mempersiapkan masa depannya. (nando)