Rabies Makan Korban, Bocah 6 Tahun di Silian Utara Meninggal Dunia

oleh -
Ilustrasi: Istimewa

RATAHAN– Kasus rabies akibat gigitan anjing kembali memakan korban di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Teridentifikasi korban bernama Imanuel Jungkilap, 6, warga Jaga IV Desa Silian Utara, Kecamatan Silian.

Hal ini ikut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, dr Helny Ratuliu saat dihubungi wartawan, kemarin. Dia mengakui jika korban meninggal pekan yang lalu setelah mengalami gigitan anjing tanpa memberitahukan ke petugas kesehatan.

“Korban sempat dilarikan ke Puskemas setempat untuk mendapat perawatan. Namun karena sudah dalam kondisi sudah cukup parah, sehingga dilarikan ke RS Noongan Langowan. Kemudian saat bakal dirujuk ke RSUP Kandou, nyawa korban sudah tak tertolong,” terang Helny.

Dari hasil diagnosa, Helny dia menjelaskan jika kemungkinan korban sudah mengalami luka gigitan beberapa minggu sebelumnya. Namun korban yang masih anak-anak ini tidak melaporkannya ke orang tua atau keluarga. “Kondisinya sudah masuk dalam stadium akut,” ujar Helny.

Adapun, langkah penanganan lanjutan. menurut Ratuliu, pihaknya sudah melakukan vaksi terhadap orang yang terkontak dengan korban.  “Untuk antisipasi penyebaran, yang terkontak dengan korban langsung kami vaksin,” terangnya.

Dengan kasus ini Helny berharap agar warga masyarakat yang terkena gigitan hewan yang berpotensi rabies untuk secepatnya melapor. Sosialisasi ini diakuinya sudah sering disampaikan.  “Penanganan rabies harus secara cepat. Makanya kami harapkan agar warga yang mengalami kasus gigitan untuk bisa melaporkan atau berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat di wilayah masing-masing,” imbaunya.

Sementara, Kepala Wilayah Kecamatan Silian Hersy Tuuk mengungkapkan, pemerintah kecamatan Silian sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan pencegahan penyebaran atau penjangkitan rabies.

“Sudah ada petugas kesehatan yang turun dan melakukan penyuntikan bagi keluarga korban dan warga sekitar yang sempat melakukan kontak langsung dengan korban,” ujar Hersy.

Selain pencegahan melalui penyuntikan kepada orang terdekat, Hersy juga ikut berharap agar warga masyarakat ikut memperhatikan hewan ternak yang berpotensi rabies.

“Jadi pemerintah kabupaten juga sudah punya Peraturan Daerah yang mewajibkan setiap hewan berpotensi rabies untuk di vaksin. Ini wajib dan masyarakat harus mematuhinya,” pungkas Hersy. (Marvel Pandaleke)