Majukan Pariwisata Kota Manado dengan Spirit Indonesia Bicara Baik

oleh -
Tampak suasana rapat koordinasi yang digelar Dinas Pariwisata Kota Manado. Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Forkopimda dan Ketua BPC Perhumas Manado Gladys Runtukahu. (FOTO: Istimewa)

MANADO— Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado menggandeng BPC Perhumas Manado dalam rapat koordinasi pembangunan kemitraan pariwisata di Hotel Peninsula, Rabu (9/10/2019). Kegiatan dengan tema “Indonesia Bicara Baik, Manado Bicara Baik” ini, dihadiri ratusan peserta dari perhotelan, resort dan hiburan malam. “Indonesia Bicara Baik, Manado Bicara Baik” dinilai menjadi spirit untuk memajukan sektor pariwisata Kota Manado di era keterbukaan infomasi sekarang ini.

Hadir menyampaikan materi antara lain Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Forkopimda, Kepala Dispar  Neivy Lenda Pelealu  dan Ketua BPC Perhumas Manado Gladys Runtukahu. Wali Kota Manado Vicky Lumentu dalam pemaparannya mengajak semua pelaku pariwisata agar bersama memajukan pariwisata Kota Manado. “Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita bersama. Pemerintah berupaya untuk mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan macanegara untuk menikmati pariwisata Kota Manado. Hal ini juga harus didukung oleh pelaku pariwisata, baik hotel, resort maupun hiburan malam. Perhatikan semua fasilitas yang ada, berikan pelayanan terbaik. Kami pemerintah juga terus berupaya membenahi dan menambah infrastruktur pariwisata agar lebih nyaman untuk wisatawan,” ungkapnya.

Dengan begitu, kata Lumentut, akan ada kesan baik yang dirasakan oleh wisatawan sehingga mereka bisa berbicara baik untuk Kota Manado. “Kita semua juga jangan berhenti menggelorakan Indonesia Bicara Baik dan Manado Bicara Baik untuk kemajuan pariwisata,” ajaknya. Hal yang sama juga disampaikan Forkopimda yang mengajak pelaku pariwisata berbicara baik dan tidak melanggar peraturan dan hukum yang berlaku.  Pasalnya, keamanan yang tercipta di suatu wilayah merupakan salah satu magnet menggaet wisatawan.

Pariwisata Kota Manado yang terus menggeliat dengan makin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Manado harusnya diikuti profesionalisme pelaku bisnis di bidang industri termasuk pekerja di bidang industri pariwisata seperti hotel,restoran dan tempat hiburan.

Kepala Dispar Kota Manado Neivy Lenda Pelealu  mengatakan, Pemerintah Kota Manado mengharapkan semua pekerja di bidang industri untuk wajib sertifikasi. “Seluruh pekerja yang berada dilingkup pariwisata wajib memiliki sertifikasi terutama hotel, restoran dan tempat hiburan,” kata Pelealu dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Kemitraan Pariwisata di Hotel Sintesa Peninsula Manado,  kemarin.

Lenda menuturkan, peran restoran, hotel dan tempat hiburan adalah sarana penting yang tidak dapat dipisahkan dari pariwisata, karena itu untuk mendorong pariwisata melalui layanan prima. “Service excellent adalah kunci peningkatan kunjungan pariwisata. Sebab dengan layanan yang baik, maka tamu maupun turis akan dibuat nyaman sehingga di waktu berikutnya akan balik lagi,” kata wanita pintar dan enerjik ini.

Ditambahkannya, sertifikasi penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia bagi petugas restoran, hotel dan tempat hiburan sehingga memiliki keahlian yang handal dan kompeten. “Pekerja restoran, hotel dan tempat hiburan harus tahu tentang service. Jangan asal-asalan ketika menjamu tamu, sebab industri pariwisata memegang peranan penting bagi perekonomian,” tukas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPC Perhumas Manado Gladys Runtukahu juga menyampaikan bahwa Indonesia Bicara Baik adalah slogan yang terus digaungkan Perhumas di seluruh Indonesia. “Di era ini, semua informasi bisa dengan cepat menyebar. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa bad news paling digemari netizen,” jelasnya.

Lanjut Runtukahu, berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian dan isu pemecah belah, bisa diredam dengan berita baik. Penyebaran berita bohong tidak hanya terjadi untuk isu politik, tapi juga berdampak ke pariwisata. “Tidak bisa dipungkiri bahwa ada oknum-oknum yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan menyebar berita bohong soal keamanan suatu wilayah yang kemudian berdampak ke pariwisata. Manado juga sering diserang dengan informasi bohong seperti itu. Karena itu, mari semua pelaku pariwisata bersama pemerintah menyampaikan hal-hal baik yang ada di daerah ini melalui media sosial. Mari kita promosikan pariwisata! Mari kita gelorakan Indonesia Bicara Baik,” ucapnya.  (Kim/Claudia)