Tanamkan Sikap Toleransi dan Antirasisme Sejak Dini

oleh -
Wakil Gubernur Steven Kandouw membawakan materi dalam Seminar dan Dialog Kemitraan Tentang Isu-Isu Rasisme dan Intoleransi. (Ist)
MANADO – Wakil Gubernur Steven Kandouw (SK) yang juga Majelis Pertimbangan Sinode GMIM membawakan materi di kegiatan Seminar dan Dialog Kemitraan Tentang Isu-Isu Rasisme dan Intoleransi di Aula Kantor Sinode GMIM, Kota Tomohon, Jumat (11/20/2019).
Kandouw mengatakan Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan dan keindahan masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya.
“Dari perbedaan tersebut manusia diharapkan dapat saling membantu dan saling melengkapi,” ujarnya.
Lanjut Kandouw, dalam perbedaan harusnya timbul sikap-sikap saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya.
“Bukan malah saling merendahkan atau bahkan saling menghina sesama ciptaan Tuhan,” tukasnya.
Kandouw mengakui, sekarang ini, rasisme dan intoleransi mulai menampakkan wujudnya di berbagai lini kehidupan. Serasa tersadarkan bahwa nilai moral dan karakter dasar sebagai manusia mulai tergerus.
“Harusnya kita saling menyadari bahwasanya walaupun beda suku, agama dan ras, kita semua ini sama-sama ciptaan Tuhan,” terangnya.
Menurutnya, rasisme dan intoleran merupakan kejadian nyata yang terlihat dalam kehidupan masyarakat. Banyak ujaran-ujaran berbau rasisme yang mengakibatkan pertengkaran dan berpotensi terjadi perpecahan.
“Olehnya, sebagai warga GMIM kita harus menanamkan sikap toleransi dan antirasisme sejak dini. Kita harus memiliki sikap saling menghormati orang lain, tanpa memandang suku, agama, maupun ras seseorang,” ucap Kandouw.
Dia mengatakan, seharusnya perbedaan-perbedaan yang dimiliki berperan sebagai alat pemersatu, bukan pemecah. Rasisme dan intoleran tentunya sangat berlawanan dengan Pancasila.
“Dengan melawan rasisme dan intoleran, maka kita dapat mewujudkan Indonesia yang sungguh-sungguh ber-Bhineka Tunggal Ika. Artinya, menggunakannya sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa,” jelasnya.
Kandouw mengajak seluruh komponen warga GMIM agar tampil terdepan melawan rasisme, radikalisme dan intoleran.
“GMIM harus menjadi penangkal paling depan intoleransi dan radikalisme,” tandasnya.
Hadir dalam seminar dan diskusi tersebut, yakni Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina, Ketua BPMJ Wilayah se Rayon Tomohon, Minut dan Manado. (rivco tololiu)