Kenalkan MVP, Kevin Aprilio Semangati Anak Muda Tondano

oleh -
Owner MVP Kevin Aprilio ketika menyampaikan visi dan misi sekaligus menyemangati anak muda Tondano. (FOTO: Istimewa)

TONDANO – Pianis sekaligus aktor ibu kota Jakarta, Kevin Aprilio mengunjungi Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut mempromosikan bisnisnya Most Viral Project (MVP), bertempat di Pusgiat Tondano, Kamis (7/11).

Putra dari Addie MS itu mengaku sudah dua kali menginjakkan kaki di Tondano. Kedatangan Kevin di Tondano untuk mensosialisasikan bisnis yang tengah digelutinya.

Kevin langsung membuat kagum para peserta sosialisasi yang di dominasi kaum hawa karena parasnya. Bisnis yang disosialisaaikan Kevin adalah bisnis sistem aplikasi entertainment yang disebut MVP.

Menurut Kevin, MVP adalah support system untuk bisnis dengan strategi revolusioner dalam network marketing. “MVP adalah support system untuk bisnis dengan strategi revolusioner dalam network marketing,” kata Kevin dalam acara yang dihadiri ratusan pemuda itu.

Foto bersama dengan Kevin Aprilio. (FOTO: Istimewa)

Bisnis ini, kata Kevin, untuk mendorong ekonomi kerakyatan, melalui kreativitas masyarakat.

Tak lupa Kevin mengajak masyarakat yang hadir agar selalu bermental pengusaha jika ingin sukses dalam menggeluti usaha. “Saya bangga banyak anak-anak Tondano gabung di MVP,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kevin mengisahkan tentang perjalanannya dalam dunia hiburan dan keputusannya membangun bisnis di MVP.

“Saya lihat ada yang kurang. Karena saya hanya manggung dan fans datang tanpa mendapatkan apa-apa. Maka motivasi pertama saya bangun bisnis ini karena ingin memajukan anak bangsa termasuk semua fans saya,” ujarnya.

Dibentuknya MVP pun, kata Kevin, terinspirasi dari restoran KFC. Karena melalui restoran ayam ini maka kepingan CD asli banyak terjual. Meski awalnya ada artis yang jual karyanya (dalam kepingan CD) malah ditertawai orang, tapi sekarang berbeda. Siapapun artis yang mau menjual CD dan laku, harus dijual di KFC.

“Akhirnya booming, apa yang terjadi? Banyak artis-artis terkenal akhirnya jualan kepingan CD di KFC. Pastinya, MVP adalah yang pertama menyasar target market digital di dunia entertainment,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta
Sandy Lonteng menyampaikan, di era globalisasi dimana ketergantungan masyarakat terhadap smartphone tentu harus disikapi dengan bijak. Oleh sebab itu, kehadiran MVP sangat baik untuk mengembangkan bisnis, apalagi pemiliknya adalah artis ternama.

“Kehadiran MVP ini sangat baik, anak-anak muda seperti kami akan bisa menggapai impian jika bekerja lebih baik dalam sistem ini,” ujarnya.

Sementara salah satu Executive MVP Tondano sekaligus mewakili penanggungjawab tim iven MVP Tondano Jacky Kabo menyampaikan, MVP adalah startup yang bergerak di bidang layanan digital entertainment.

Berdiri pada tahun 2018, dan didukung platform digital sebagai layanannya. Dengan platform berbasis website, MVP mencoba membangun produk dan layanan konsumen dengan sistem dan platform yang besar, merancang industri kreatif di bidang entertainment dan teknologi.

Bisnis MVP hadir sebagai salah satu terobosan dalam era digital di Indonesia, dimana sekarang entertainment lebih mudah didapatkan dan dinikmati secara digital.

“Sebagai salah satu platform digital, MVP juga hadir sebagai langkah nyata dari Kevin Aprilio sebagai musisi papan atas dan CEO MVP untuk memerangi pembajakan di industri musik Indonesia. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan hiburan dalam bentuk digital content,” kata Kabo kepada SINDOMANADO.COM.

MVP memberikan sebuah pengalaman baru cara menikmati musik dan hiburan secara digital yang saling menguntungkan. Dimana produsen dan konsumen sama-sama menikmati royalti dari pengembangan bisnis di bidang entertainment.

“Selain sebagai penghargaan terhadap member yang telah mendukung penjualan musik dan konten digital secara legal. MVP juga bertujuan untuk mensejahterakan Indonesia secara global,” tegasnya.

Dia menyampaikan, visi dari PT Multi Viral Perkasa perusahaan induk dari MVP ini adalah menjadi perusahaan penyedia konten digital yang dapat mencakup berbagai jenis layanan.

Didukung dengan misi perusahaan yakni mengurangi angka pembajakan lagu baik lokal maupun mancanegara.

Kemudian, meningkatkan value akan produk kreatif di Indonesia, menyambung rantai yang terputus antara produsen dan konsumen, serta menciptakan lapangan pekerjaan di industri ekonomi kreatif.

Kegiatan ini turut dihadiri Double Diamond MVP Endrik Chang sekaligus menjadi pemateri, Manajer MVP Sulut Robbyn Mamengko, Four Star MVP Joy Schawarz dan ratusan peserta. (Martsindy Rasuh)