Gedung GPdI Eris Ditahbiskan, Jemaat Diharapkan Terus Melayani Tuhan

oleh -
Suasana saat gunting pita di pintu masuk gedung GPdI Eris. (FOTO: Istimewa)

TONDANO– Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Eris resmi ditahbiskan Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut, Pdt Yvonne Awuy-Lantu, Sabtu (16/11/2019).

Jemaat GPdI Eris di bawah pengembalaan Pdt Robby Kussoy akhirnya bisa menyelesaikan pembangunan gedung gereja berkonsep minimalis tersebut. Dalam ibadah pentahbisan, jemaat bahkan tamu undangan tampak bersukacita dalam pujian dan penyembahan.

Dalam pesan Firman Tuhan yang terdapat dalam Yesaya 56:7, Pdt Yvone mengatakan bahwa gedung gereja yang ditahbisakan ini bukan hanya milik Jemaat GPdI Eris. “Siapa saja boleh datang berdoa. Sebab gedung gereja adalah rumah doa bagi segala bangsa,” ujarnya.

Bupati Minahasa Royke Roring melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan mengapresiasi Jemaat GPdI Eris yang sudah berupaya membangun gedung gereja. “Atas nama Bupati Minahasa mengucapkan selamat kepada jemaat,” ungkap Lontaan.

(FOTO: Istimewa)

Gembala Sidang GPdI Eris Pdt Robby Kussoy berharap jemaat tetap kompak dan terus melayani Tuhan selama masih diberi kesempatan hidup. “Bukan hanya gedung gereja yang dibuat indah dan nyaman, tapi iman jemaat pun harus bertumbuh dan kokoh di dalam Tuhan Yesus dan menjadi berkat bagi sesama,” harapnya.

Ketua Pembangunan GPdI Eris Managanta Parinsi mengungkapkan, selesainya pembangunan gereja bukan menjadi akhir dari perjuangan jemaat. “Tentunya kita terus berupaya memberi yang terbaik, bukan hanya pembangunan tapi juga merawat Bait Allah ini. Semoga program ke depan bisa terus disertai Tuhan,” ujar Parinsi.

Sekretaris Pembangunan GPdI Eris Julius Karwur berterima kasih kepada semua jemaat yang sudah berkorban waktu, uang dan tenaga selama proses pembangunan gereja. “Segala jerih lelah untuk Tuhan pasti tidak sia-sia,” tutupnya.

Turut hadir, Pimpinan Majelis Daerah GPdI Sulut, Kepala Dinas PUPR Nofry Lontaan, Camat Eris Deidy Tumarar, Hukum Tua Eris Ferry Tambariki dan tamu undangan. (Claudia Rahim)