Dinas Perpustakaan Sulut Berinovasi Tingkatkan Minat Pemustaka

oleh -
Jani Lukas, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulut. (Ist)

MANADO – Minat generasi muda khususnya para pelajar yang datang ke perpustakaan kian menurun dari tahun ke tahun. Kemudahan akses yang disediakan di era digital, membuat perpustakaan tidak lagi menjadi alternative memperoleh informasi.

Kondisi ini memacu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulut berinovasi agar kunjungan ke perpusatakaan meningkat seperti di era 1990-an.

Lewat kepemimpinan Kepala Dinas, Jani Lukas, beragam program dibuat agar minat Pemustaka ke perpustakaan menggeliat. Melalui arahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Jani Lukas memulai dengan membenahi sarana perpustakaan.

Menurut Jani, konsep ruang baca yang menarik  merupakan daya tarik awal seseorang mau mendatangi perpustakaan. “Bagaimana mau datang membaca kalau fasilitas tidak menyenangkan. Sekarang, suasana kami ubah dem kenyamanan pengunjung. Salah satunya ruangan yang dilengkapi AC,” katanya, Rabu (20/11/2019).

Lanjut dia, banyak sarana dan prasarana dipermantap. Ia juga menginginkan ada service khusus kepada Pemustaka semisal adanya café dan internet gratis. Bukan hanya itu, Lukas juga mengemas ruang bacaan mengikuti usia Pemustaka. “Untuk anak TK dan SD kami sediakan ruang bacaan bernuansa segar dan mendidik. Ini penting agar anak-anak betah, dan membaca sambil menikmati suasananya,” kata Lukas.

Dia menjelaskan, terobosan lainnya, adalah perpustakaan digital yang sedang digodok bersama pemerintah provinsi. Menurut Jani, tidak bisa dipungkiri di era 4.0 seperti sekarang kebutuhan internet merambah di semua lini. Sehingga perpustakaan yang berafiliasi dengan teknologi juga harus tersedia. “Itu sedang kami persiapkan sekarang. Dan Pemprov cukup merespon positif karena menyediakan anggaran cukup besar,” terangnya.

Ia berharap, perpustakaan digital kedepan menjadi alternative untuk mendapatkan informasi lebih cepat. Sementara Pemustaka yang ingin memperoleh bahan bacaan lebih lengkap, bisa mengunjungi perpustakaan. “Dan kalau di perpustakaan kami memiliki arsip data dan dokumen yang lebih tua, dan yang pasti lebih lengkap,” tandasnya. (alfrits semen)