Media Massa Wajib Memartabatkan Bahasa Indonesia

oleh -
Foto bersama usai diskusi yang diadakan di Aula Balai Bahasa Sulut, Rabu (4/12/2019). (FOTO: Ilona Piri)

MANADO— Bahasa yang digunakan media massa memiliki pengaruh besar di masyarakat. Karena itu, media massa diharapkan konsisten menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk memartabatkan bahasa Negara tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara (Sulut) Supriyanto Widodo dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) dengan tema“Pemartabatan Bahasa Negara di Media Massa”, Rabu (4/12/2019).

Diskusi yang dihadiri perwakilan sejumlah media massa ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan untuk menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang cermat, apik dan santun.

Selain itu, dalam DTK tersebut membahas sejumlah kesalahan penggunaan bahasa dan penulisan yang umum dilakukan media massa.

“Masih banyak kami temukan kesalahan baik dari media cetak, daring dan elektronik. Hari ini kami kumpulkan beberapa contoh kesalahan penggunaan dan penulisan bahasa Indonesia untuk dipelajari bersama,” ujar Supriyanto Widodo.

Beberapa poin yang disorot pihak Balai Bahasa Sulut adalah penggunaan bahasa asing dan penulisan kata yang salah pada judul berita. Peneliti Balai Bahasa Sulut, Marike Ivone Onsu mengatakan, hal tersebut perlu diperbaiki karena bahasa merupakan acuan dan sarana menuju masyarakat modern.

“Bahasa yang digunakan di media massa adalah salah satu indikator yang menentukan maju tidaknya suatu bangsa. Media massa juga jadi salah satu aspek penentu bagi masyarakat berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Di samping itu, wartawanlah yang mulanya mencetuskan kongres bahasa hingga akhirnya institusi ini (balai bahasa) bisa ada sekarang,” terangnya.

Sejak kongres bahasa Indonesia pertama hingga kini, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sudah memiliki lebih dari 100.000 lema (kosa kata). Jumlah tersebut merupakan hasil revisi dan penambahan sejak diterbitkannya edisi pertama tahun 1988, yang saat itu masih berjumlah 62.100 lema. Seiring perkembangan zaman, kini KBBI telah memiliki versi daring dan luring.

Balai bahasa berharap media massa di Sulut bisa menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada setiap pemberitaan. Dalam diskusi, pihak balai juga menyarankan setiap wartawan mengunduh KBBI daring dan luring untuk membantu komitmen media massa menyajikan berita dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Redaktur Pelaksana KORAN SINDO MANADO Claudia Rahim yang hadir dalam diskusi tersebut, mengapresiasi kegiatan yang diadakan Balai Bahasa Sulut. “Sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada media massa harus terus dilakukan. Media massa memiliki peran yang penting untuk memartabatkan bahasa Indonesia. KORAN SINDO MANADO dan SINDOMANADO.COM sepakat dengan Balai Bahasa, mari kita cerdaskan masyarakat Sulut dengan pemberitaan yang benar dan bahasa yang tepat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63/2019 mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia untuk nama gedung, hotel, jalan, organisasi, termasuk para pejabat negara yang berpidato resmi baik di dalam maupun luar negeri. Namun, lemahnya pengawasan dan sanksi membuat perpres ini rawan tidak ditaati. (Ilona Piri)