Waspada Penyakit ISPA sebagai Risiko Kesehatan di Kabupaten Kepulauan Talaud

oleh -
Anggel Christia Dolonseda, Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. (Ist)

KESEHATAN merupakan salah satu komponen utama dalam indeks pembangunan manusia yang dapat mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil, dan ahli menuju keberhasilan pembangunan.

Di Indonesia Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) masih belum banyak  dikenal dan digunakan sebagai metode kajian dampak lingkungan terhadap kesehatan. Akan tetapi, di beberapa negara Uni Eropa, Amerika, dan Australia ARKL telah menjadi  proses central idea legislasi dan regulasi pengendalian dampak lingkungan. Analisis risiko adalah padanan istilah untuk risk assessment, yaitu  karakterisasi efek-efek yang potensial merugikan kesehatan manusia oleh paparan bahaya lingkungan.

Secara umum disebutkan bahwa kondisi sehat pada masyarakat pada hakekatnya dipengaruhi oleh kelompok faktor biologi, lingkungan, gaya hidup, kondisi ekonomi, dan pelayanan kesehatan. Sebagian besar status kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh faktor lingkungan serta perilaku.

Di Indonesia, masalah kesehatan yang sering terjadi salah satunya penyakit menular yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan sekitar. Penyakit menular adalah penyakit yang ditularkan melalui berbagai media dan merupakan masalah kesehatan yang besar hampir di semua negara berkembang.

Salah satu penyakit menular di Indonesia yang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA adalah penyakit saluran pernapasan akut khusus pada radang paru (pneumonia), dan sering terjadi pada balita atau anak-anak.

Penyakit ini diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih gejala tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek batuk kering atau berdahak. Di Indonesia, infeksi saluran pernapasan akut menempati urutan pertama pada tahun 2008, 2009, dan 2010 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Indonesia. Survey mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2013 menempatkan ISPA sebagai penyebab kematian anak terbesar di Indonesia dengan presentase 32,10% dari seluruh kematian anak-anak. (bersambung)