Jika Pilkada Tunda, Anggaran Ratusan Miliar Bisa Digeser ke Penanganan Korona di Sulut

oleh -
(Ilustrasi: Istimewa)

MANADO- Penanganan wabah virus korona (coronavirus disease 2019) (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat penting dan mendesak. Hal tersebut harus ditunjang dengan anggaran.

Untuk itu, anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah di anggarkan ke KPU dan Bawaslu di Provinsi Sulut dan kabupaten/Kota tahun 2020 menjadi salah satu anggaran yang bisa digunakan untuk penanganan wabah virus korona saat ini.

“Kalau pilkada tunda di tahun depan anggaran pilkada harusnya bisa di geser untuk penangan virus korona di Sulut,” tegas Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, saat dihubungi, SINDOMANADO.COM, Minggu (29/3/2020).

Menurut dia, untuk anggaran penanganan virus korona sudah diatur juga dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2020, tentang percepatan penanganan korona di lingkungan pemerintah daerah. “Sudah ada di permendagri 20/2020, baca pasal empat,” terang dia.

Diketahui, pada pasal empat ayat satu menuliskan dalam melakukan langka antisipasi dan penanganan dampak penularan covid-19 sebagai mana yang dimaksud dalam pasal dua, pemerintah daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perbubahan APBD.

Kemudian, ayat dua, pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat satu dilakukan dengan pembenaan langsung pada belanja tidak terduga. Ayat tiga dimaksud ayat dua tidak mencukupi pemerintah daerah menggunakan dan dari hasil penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan lainnya serta pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan dan atau, memanfaatkan uang kas yang tersedia.

Sedangkan bunyi ayat empat, penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan sebagaimana dimaksud diformulasikan terlebih dahulu dalam perubahan dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat dalam waktu paling lama satu hari. (valentino warouw)