Hari Kesehatan Sedunia, Ketua IDI Manado Harapkan Tenaga Medis Utamakan Keselamatan Diri

oleh
Ketua IDI Manado, dr Ventje Kawengian. (FOTO: Istimewa)

MANADO- 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Namun dalam peringatan tahun ini, dunia sedang mengahadapi pandemi Covid-19 dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam menanggulanginya.

Tak dapat dipungkiri, tenaga medis merupakan ujung tombak dalam penanganan pasien, baik pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi positif terjangkit virus korona. Untuk itu, tenaga medis diharapkan selalu mengutamakan keselamatan diri saat bertugas. Hal ini diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Manado, dr Ventje Kawengian.

“Tentunya untuk teman-teman yang bertugas di garda terdepan, tetap laksanakan sesuai dengan prosedur. Artinya dengan standar pelayanan medis, tetapi jangan lupa juga untuk melindungi diri,” tukasnya saat diwawancarai via telepon oleh wartawan SINDOMANADO.COM, Selasa (7/4/2020).

Lanjut dia, alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis terbagi atas tiga tingkat, yakni APD tingkat satu yang biasa ada dirawat jalan dan ruangan biasa; tingkat dua yang biasanya ada di ruangan khusus; dan tingkat tig yang biasanya ada di ruangan ICU dan ruangan Isolasi.

“Harus dipatuhi itu, jangan sampai agak longgar, justru berniat menolong tapi kemudian memberikan penyakit bagi yang memberikan pertolongan (Tenaga medis),” ujarnya.

Dia berharap pada Hari Kesehatan Sedunia ini, pihak-pihak yang berkepentingan terutama pemerintah terus mengupayakan pengadaan APD untuk menjamin keamanan para tenaga medis.

“Karena APD ini boleh dikatakan bahan disposable, bahan-bahan yang habis pakai langsung dimusnahkan, jadi tidak bisa dipakai beberapa kali,” tuturnya.

Menurut dia, APD harus secara rutin disuplai dan disalurkan ketiap-tiap fasilitas kesehatan, utamanya rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

“Jangan nanti pada saat-saat sudah mulai habis stock (APD), baru mau diadakan, nanti bisa ada yang kosong, itukan berisiko,” harap dr Ventje.

Sebab, kata dia, dua minggu ke depan diprediksi menjadi puncak dari penyebaran virus korona di Sulut, terlebih khusus di Kota Manado, sehingga seluruh pihak harus mempersiapkan betul untuk menghadapi potensi ini. (Fernando Rumetor/tr-02)